Agar Efektif dan Memberikan Nilai Tambah, Petani didorong Kelola Alsintan Melalui UPJA

PANGKALPINANG—Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP melalui Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Asdianto SP MT  mengatakan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) sangat penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Pasalnya pengembangan mekanisasi pertanian saat ini tidak hanya ada di on farm saja tetapi juga di off farm yaitu sampai ke pengolahan hasil pertanian. Melalui pengolahan hasil pertanian akan diperoleh nilai tambah produk hasil pertanian sehingga akan memberikan tambahan pendapatan bagi petani.

Karena itu Pengembangan Unit Pengelolaan Jasa Alsintan (UPJA)  perlu didorong dan diberikan pembinaan, bimbingan dan pendampingan secara terus menerus dan berkelanjutan,” kata Asdianto melalui release yang disampaikan Kontributor Berita PSP kepada redaksi distan.babelprov.go.id, Selasa (07/09/2021) saat membuka Rapat Koordinasi Pengelolaan Alsintan Dan Pengembangan Kelembagaan UPJA di Hotel Santika Pangkalpinang pekan lalu.

Menurutnya ada sejumlah alasan kenapa pemerintah serius mengembangkan UPJA. Terbatasnya kemampuan petani dalam mengolah lahan menjadi alasan pertama sehingga sistem mekanisasi pertanian tersebut harus dilakukan. Selain itu pengelolaan alsintan yang selama ini dilakukan secara perorangan dinilai kurang efisien.

“Kemudian Tingkat pendidikan dan keterampilan petani umumnya masih sangat rendah, kemampuan permodalan usaha tani yang lemah serta pengelolaan usaha tani yang tidak efisien,” ujarnya.

Dijelaskannya pertumbuhan gapoktan dan kelompok alsintan yang disebut dengan kelompok upja di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus meningkat. Setidaknya ada 82 UPJA yang saat ini tercatat dan tersebar di kabupaten dan kota, diantaranya adalah 10 UPJA Pemula di Kabupaten Bangka, 5 UPJA Pemula dan 14 UPJA Berkembang di Bangka Barat dan 11 UPJA Berkembang di Bangka Tengah.

“Sedangkan Kabupaten Bangka Selatan memiliki 7 UPJA Pemula dan 3 UPJA Berkembang, Belitung Timur memiliki 10 UPJA Pemula dan 2 UPJA Berkembang dan Kabupaten Belitung memiliki 15 UPJA Pemula, 4 UPJA Berkembang dan 1 UPJA Profesional,” jelasnya seraya berharap rumusan hasil rapat koordinasi tersebut dapat membantu pengembangan UPJA di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sesuai dengan aturan yang ada.

“Semua alsintan yang ada terwadah dalam pengelolaan UPJA. Pengelolaan UPJA yang baik akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja sehingga produktivitas menjadi lebih baik dan selanjutnya meningkatkan produksi hasil pertanian. Dengan hasil pertanian yang baik maka akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani atau masyarakat,” tambahnya.

Rapat Koordinasi Pengelolaan Alsintan Dan Pengembangan Kelembagaan UPJA tersebut diikuti para petugas yang menangani alsintan dan kelembagaan UPJA dari kabupaten dan kota. Di akhir pertemuan, para peserta dibekali dengan teknik pengoperasian alsintan, perawatan dan system perbengkelan.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Kontributor Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian
Editor: 
Hairil Anwar