Berita Lintas Bidang // Jasindo diminta Percepat Klaim Asuransi Petani dan Peternak Sesuai SOP

PANGKALPINANG—PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) diminta untuk mempercepat pembayaran klaim asuransi kepada petani sawah dan peternak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung jika mengalami kegagalan panen di lapangan.

Permintaan itu disampaikan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Asdianto SP MT saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Fasilitasi Pembiayaan Tahun 2021 di ruang rapat utama Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (13/07/2021).

Menurut Asdianto mempercepat klaim asuransi yang diajukan petani dan peternak sangat penting dalam rangka membangun kepercayaan petani dan peternak kepada perusahaan asuransi.

“Ini terkait trust atau kepercayaan petani dan peternak kepada dunia asuransi. Selain itu hal ini juga terkait dengan perasaan petani dan perasaan peternak. Kalau mereka tidak punya kepercayaan lagi kepada asuransi nantinya susah itu,” kata Asdianto mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP yang berhalangan hadir karena pada saat bersamaan sedang mengikuti rapat di Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Turut hadir dalam rakor tersebut Kepala Kantor Penjualan Jasindo Pangkalpinang Rendi, Kepala Bidang Penyuluhan Ir Kemas Arfani Rahman serta pejabat yang menangani tanaman pangan dan peternakan dari kabupaten dan kota se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Asdianto mengatakan dari fakta yang mereka temukan di lapangan, pencairan klaim asuransi akibat gagal panen sering kali melebihi limit waktu yang ditetapkan pemerintah. Padahal tambah Asdianto batasan waktu yang diberikan maksimal tiga bulan.

“(Fakta) yang saya dapat di lapangan, kebanyakan (usaha tani) sudah didaftarkan dan sudah terjadi gagal panen tapi kemudian klaimnya sampai enam bulan. Bahkan di Batu Betumpang itu sampai delapan bulan. Harusnya cuma hanya tiga bulan sesuai SOP (standar operasional prosedur) yang diberikan Kementerian Pertanian,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Program dan Anggaran Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu.

Karena itu Asdianto mendorong pihak-pihak terkait yang mengurusi asuransi untuk lebih focus memperhatikan kondisi di lapangan sedetail mungkin. Apalagi tambah Asdianto Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki target luas tanam dari Kementerian Pertanian.  

“Tim asuransi baik itu dari Jasindo, tim provinsi maupun kabupaten dan kota harus punya resfonsibilitas yang tinggi krena ini terkait dan menyangkut hajat hidup orang banyak baik petani maupun peternak. Target kita khusus padi 23.994 hektar. Masing-masing kabupaten tentu sudah punya target. Kita harapkan semua LTT (luas tambah tanam) bisa diasuransikan,” tegas Asdianto seraya menambahkan pemerintah sendiri telah berusaha maksimal dalam mensosialisasikan asuransi usaha tani padi dan asuransi usaha ternak sapi.

“Bahkan Pak Gubernur setiap kali ke lapangan selalu ngomongin asuransi. Bayangkan gubernur mana di Indonesia ini selain Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang setiap kali ke lapangan bicara asuransi. Seminggu bisa lima kali beliau ke sawah dan selalu asuransi itu lah yang disampaikan. Itu artinya beliau sangat peduli dengan petani dan peternak kita,” tandas sarjana pertanian lulusan Universitas Padjadjaran ini.*)

Sumber: 
Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar