Dinas Pertanian Babel Gelar Rapat Persiapan Penas XVI Tahun 2020

PANGKALPINANG—Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat persiapan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI Tahun 2020. Rapat yang dipimpin Kepala Bidang PSP dan Penyuluhan Asdianto SP MT itu digelar untuk memantapkan keikutsertaan OPD tersebut pada ajang tiga tahunan di Provinsi Sumatera Barat nanti.

“Setelah rapat ini percepat bentuk kepanitiaan,” Kata Asdianto mewakili Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP saat memberikan arahan pada peserta rapat di ruang rapat kecil lantai dua Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (4/3/2020) siang.

Hadir pada rapat tersebut Kepala Bidang Perkebunan Haruldi SP MSi, Kepala Bidang Peternakan Ir Hj Nurhayati, Kepala UPTD Balai Benih Pertanian Drh Judnaidy, Kepala UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih Dr H Wahyudi Himawan SSi MT, Kepala Seksi Penyuluhan Irman Hasan SP, Kepala Seksi Kesmavet Drh Endah Sukaesih serta Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ir Muhamad Iqbal

Sebagaimana diketahui bahwa Provinsi Sumatera Barat menjadi tuan rumah penyelenggaraan Penas tahun ini. Kegiatan yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo itu akan belangsung selama enam hari sejak tanggal 20 hingga 25 Juni 2020 mendatang. Berbagai kegiatan akan dihelat pada kegiatan itu. Agenda Penas meliputi kegiatan rembug madya dan rembug utama, konsolidasi dan tukar menukar informasi antar petani dan nelayan, apresiasi dan penghargaan, promosi hasil pertanian hingga diskusi potensi pertanian, perikanan dan kehutanan dari tiap daerah se-tanah air.

“Selain sebagai wadah tukar menukar informasi tujuan Penas juga sebagai ajang promosi potensi daerah. Jadi kalau kita ke sana tapi tidak ada nilai tambah terhadap daerah percuma,” ujar Asdianto.

Karena itu Asdianto mendorong kepanitiaan Penas untuk menyiapkan keikutsertaan secara matang. Ia juga meminta panitia untuk terus melakukan koordinasi dengan kabupaten dan kota.

“Stand-stand kabupaten dan kota dikoordinasikan dalam satu kawasan. Jangan sampai nanti terpisah-pisah. Misalnya stand Kabupaten Bangka Tengah ada di mana dan Kabupaten Bangka Barat ada di mana. Jangan seperti itu,” tutur Asdianto.*)

Sumber: 
DINAS PERTANIAN
Penulis: 
Han Arifin
Fotografer: 
sumbarprov.go.id
Editor: 
Han Arifin