Dinas Pertanian Babel Matangkan Persiapan Pelaksanaan SL-PIT di Desa Paya Benua

PANGKALPINANG—Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP diwakili Kepala Bidang Penyuluhan Ir Kemas Arfani Rahman memimpin rapat pemantapan Sekolah Lapang Penerapan Inovasi Teknologi (SL-PIT) Pertanian, Kamis (08/07/2021) pagi. 

Kegiatan yang diikuti para pejabat terkait dan para penyuluh pertanian itu digelar di ruang rapat utama Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kawasan Komplek Perkantoran dan Pemukiman Terpadu Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung – Jalan Pulau Pongok Kelurahan Air Itam Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang.   

Turut hadir Kepala Seksi Kelembagaan dan Pengembangan SDM Fetty Nilwani SP, Kepala Seksi Pengembangan Teknologi dan Informasi Gunawan S Hartanto SP serta Kepala Seksi Tata dan Metode Penyuluhan Dewi Indah Cahyani SP MM serta para penyuluh pertanian yang terlibat langsung dalam kegiatan SL-PIT Pertanian tersebut.

Kepala Bidang Penyuluhan Ir Kemas Arfani Rahman mengatakan SL-PIT Pertanian merupakan Program Kementeriaan Pertanian yang dilaksanakan secara nasional pada 134 daerah di tanah air termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Lokasinya  yang semula di Desa Labu Air Pandan diganti di Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Luas lahan sepuluh hektar dan satu hektar untuk laboratorium lapang sedangkan sisanya yang sembilan hektar untuk areal inovasi teknologi. Jadwal pelaksanaan direncanakan pada awal Agustus 2021,” kata Kemas memberikan arahan ketika membuka rapat tersebut.

Dikatakan Kemas pelaksanaan SL-PIT Pertanian akan melibatkan banyak pihak yang terkait. Menurutnya tidak cuma penyuluh yang bertanggung jawab atas kesuksesan kegiatan tersebut melainkan juga pejabat fungsional lain yang secara teknis memiliki tugas pokok untuk mengawal kegiatan itu di tingkat lapang.

“Seperti Pengawas Benih Tanaman, POPT termasuk balai benih pertanian harus dilibatkan. Untuk teknologinya kita akan minta BPTP. Kemudian libatkan juga BMKG karena mereka juga akan melaksanakan Sekolah Lapang Iklim di lokasi yang sama. Mereka semua harus dilibatkan karena out put dari kegiatan SL-PIT Pertanian ini nanti dapat dipakai sebagai salah satu bahan kajian,” ujar sarjana pertanian lulusan Universitas Sriwijaya yang pernah menjabat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka dan Bangka Barat itu.

Kemas mengingatkan tim pokja yang terlibat dalam SL-PIT untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Dikatakannya keberhasilan SL-PIT dapat menjadi acuan untuk pelaksanaan kegiatan itu pada tahun-tahun berikutnya.

“Walau dananya kecil tapi gaungnya besar. Nanti akan ada evaluasi dan pada tahun 2022 mendatang masih akan dilaksanakan lagi SL-PIT Pertanian ini. Karena itu saya meminta dukungan semua pihak dan dapat saya katakan SL-PIT ini merupakan inti dari kegiatan penyuluh,” tegasnya.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar