GELIAT TANAMAN JAGUNG DI BANGKA BELITUNG

  Y 1.png

Bangka Belitung memiliki ketergantungan ternak dan saprodinya dari luar. Tuntutan akan ketersediaan pangan khususnya produk peternakan (daging sapi, unggas dan telur) mutlak harus dipenuhi.

Pakan/ bahan pakan unggas masih didatangkan dari luar Bangka Belitung sehingga ketersediaan dan harga sangat tergantung dari pasokan luar. Disisi lain biaya pakan merupakan cost yang terbesar dalam usaha peternakan, bahkan dapat mencapai 80% dari total biaya produksi. Dengan tingginya harga pakan yang menyebabkan rendahnya pendapatan yang diterima oleh peternak, apalagi tanpa diiringi dengan peningkatan nilai jual hasil pertaniannya.

Jagung merupakan salah satu sumber bahan ternak khususnya unggas. Permasalahan ketersediaan jagung untuk pakan ternak secara nasional juga dirasakan oleh petani peternak di Bangka Belitung. Informasi dari salah satu Poultry Shop di Bangka Belitung , Acun Aquarium  pada awal tahun 2019 kemarin mengeluhkan langkanya jagung untuk pakan ternak sehingga harganya menjadi mahal. Di tingkat grosir dijual pada harga Rp.8.500/kg sehingga ditingkat peternak sampai di harga Rp. 9000,- per kilo. Jagung tersebut di datangkan dari Sumatera Selatan. Kondisi tersebut merupakan tantangan dan peluang bagi pemerintah dan petani di Bangka Belitung. 

Berdasarkan data Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, luas tanam jagung khususnya yang mendapat pendanaan dari APBN TA 2018 yang sudah ditanam sampai Desember 2018 seluas. 2343,1 HA, namun sampai saat ini yang sudah panen seluas 55,2 HA dengan produktivitas rata –rata 6 ton/ha. Dengan harga ditingkat petani berkisar Rp.6000 - Rp.6.500 per kilogram pipilan kering.  Jenis jagung yang ditanam adalah jenis hibdrida Varietas  Pertiwi 2, Pertiwi 3 dan Nakula Sadewa dan jenis  komposit Varietas Bima. Jenis ini merupakan jagung yang dimanfaatkan untuk ternak khususnya unggas. Jenis jagung hibrida dan komposit ini  cocok untuk ditanam di Bangka Belitung.

Kondisi di atas menyemangati  petani untuk menanam jagung, diantaranya petani di  Desa Air Mesu Timur Kecamatan Pangkalan Baru kabupaten Bangka Tengah, yang telah panen pada tanggal 19 Februari 2019 yang lalu. Walaupun bukan sebagai sentra produksi jagung, luas tanam dari waktu ke waktu di desa ini  mengalami peningkatan. Luas tanam di Desa Air Mesu Timur ini  22,5 Hektar dengan luas yang sedang panen 7 Hektar dengan produktivitas 6 ton per hektar.

Peluang pemasaran jagung ini, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal saja, tetapi juga dapat dikirimkan keluar Bangka Belitung. Malah kedepannya  tidak menutup kemungkinan di bangunkannya pabrik pakan skala kecil yang dapat memenuhi kebutuhan lokal. Namun ini memerlukan pengkajian dan komitmen baik dari pemerintah, petani dan swasta.

Selain jagung yang sudah dipipil, potensi pemanfaatan jerami jagung (batang dan daunya) dapat juga dijadikan sumber pakan ternak ruminansia khususnya sapi. Dengan pemberian secara segar maupun pengolahan sederhana seperti silase dan hay sudah dapat memenuhi kebutuhan hijauan untuk ternak tersebut. Selain itu kompos yang dihasilkan ternak dapat dimanfaatkan sebagai bahan komppos untuk pupuk organik yang dibutuhkan oleh tanaman jagung sehingga dapat biaya operasional petani. Dengan integrasi ternak – tanaman ini dapat meningkatkan produktivitas lahan, penambahan pendapatan bagi petani peternak.. Jaya Petani Peternak Bangka Belitung.

Penulis: 
Gusva Yetti, SPt., MM. ( Wastukan Muda )
Sumber: 
DINAS PERTANIAN

Artikel