Gubernur Erzaldi Dorong Semua Kabupaten dan Kota di Babel Miliki Perda Cadangan Pangan

PANGKALPINANG—Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM melalui Asisten Administrasi Umum drg Mulyono Susanto MHSM mendorong semua kabupaten dan kota di Negeri Serumpun Sebalai memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur cadangan pangan.

Dorongan tersebut disampaikan Mulyono ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Cadangan Pangan Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2021 yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Soll Marina Pangkalpinang, Rabu (30/06/2021) pagi.

Menurut Mulyono hingga kini belum semua kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memilki perda tentang cadangan pangan. Dari tujuh kabupaten dan kota yang ada di provinsi ini baru dua kabupaten yang memiliki perda tersebut, yakni Kabupaten Belitung dan Kabupaten Bangka Tengah. Di Kabupaten Belitung cadangan pangan diatur dalam Perda Nomor 9 tahun 2019 dan Kabupaten Bangka Tengah melalui Perda Nomor 3 tahun 2019.

“Harapan kami tentunya nanti setelah pertemuan ini bisa bersama-sama anggota DPRD  kabupaten dan kota bisa menggodok (perda) ini sehingga nanti kegiatan ini bisa ditindaklanjuti dengan (terbitnya) perda tentang cadangan pangan,” kata Mulyono.

Mulyono mengatakan cadangan pangan merupakan persoalan prioritas yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal itu ditandai dengan terbitnya Perda Nomor 12 Tahun 2017 tentang Cadangan Pangan dan Peraturan Gubernur Nomor 17 Tahun 2018. Menurut Mulyono diprioritaskannya cadangan pangan di provinsi ini terkait dengan kondisi geografis Bangka Belitung sebagai daerah kepulauan di Indonesia.

“Sebagai daerah kepulauan ini menjadi satu prioritas agar cadangan pangan ini ada pada tingkat provinsi kabupaten dan kota sampai ke tingkat masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan Mulyono cadangan pangan yang dimiliki Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ternyata tidak dimiliki beberapa provinsi lain di tanah air. Begitu juga dengan kabupaten dan kota di Indonesia yang masih banyak belum memiliki cadangan pangan.  

“Ternyata yang ada di Indonesia dari 34 provinsi terdapat empat provinsi yang belum memiliki cadangan pangan dan dari 514 kabupaten dan kota masih terdapat 243 kabupaten yang belum memiliki cadangan pangan,” jelas pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut.

Karena itu tambah Mulyono rakor cadangan pangan tersebut memilki peran strategis dalam rangka memetakan ketersediaan cadangan pangan di daerah. Ia juga minta setiap kabupaten dan kota dapat terus menganggarkan dana untuk meningkatkan cadangan pangan di daerah masing-masing.  

“Pemerintah melalui Menteri Pertanian mengharapkan terbentuknya cadangan pangan pada pemerintah daerah. Artinya kita sudah harus memiliki cadangan pangan untuk mengantisipasi jika terjadi kerawanan pangan. Oleh karena itu dilanjutkan dengan instruksi Mendagri agar ada alokasi anggarannya untuk cadangan pangan,” tambah Mulyono.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erwin Krisnawinata STP MSi mengatakan persoalan pangan merupakan tugas dan tanggung jawab semua pihak termasuk stakeholders terkait. Apalagi tambah Erwin di tengah kondisi ekonomi bangsa seperti sekarang akibat wabah pandemic covid-19 yang secara langsung ikut mengganggu kegiatan ekonomi.

“Karena itu kami minta ada komitmen dari permintah kabupaten terhadap apa yang disampaikan terkait cadangan pangan pemerintah daerah. Hal ini penting karena terkait dengan kondisi negeri saat ini dimana kita masih berada dalam pandemic covid -19 dan secara langsung cukup mengganggu kondisi kita dan ini tentu tidak bisa kita abaikan. Karena itu seluruh stakeholders baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus tetap waspada meskipun secara statistik kinerja sektor pertanian menunjukkan pertumbuhan yang positif,” kata Erwin.

Rakor Cadangan Pangan tersebut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Adet SH, Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Kepulauan Bangka Belitung Ahmad Yani Hazir, SE, M.Si, Ph.D, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Elius Gani SP, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bangka Tengah Edi Romdhoni SP MM, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang Samri SP MSi serta para pejabat terkait yang menangani pangan dari Kabupaten Bangka Barat dan Bangka Selatan. Sedangkan peserta dari Kabupaten Belitung dan Belitung Timur mengikuti rakor tersebut secara virtual melalui aplikasi zoom

Selain itu hadir pula Kepala Bidang Ketahanan Pangan Sulastri SP MM, Kepala Seksi Distribusi Harga dan Cadangan Pangan Ernawati SP. Kepala Seksi Konsumsi, Keamanan dan Penganekaragaman Pangan Henny Puspasari STP serta  Kepala Seksi Ketersediaan, Kerawanan Pangan dan Sumber Daya Pangan Marlina SP dan para pejabat fungsional terkait.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar