Harga TBS Kelapa Sawit Terus Menguat

PANGKALPINANG—Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menguat pada bulan Mei 2021. Penguatan harga TBS tersebut terjadi pada semua umur tanaman.

Data yang dkeluarkan Tim Penetapan TBS Kelapa sawit Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan tanaman kelapa sawit berumur tiga tahun misalnya naik 42 rupiah per kilogram menjadi 1.840 rupiah. Bulan sebelumnya tanaman kelapa sawit umur tiga tahun cuma 1.798 rupiah per kilogram. Begitu juga dengan tanaman yang berumur 10 hingga 20 tahun naik sebesar 52 rupiah menjadi 2.210 rupiah per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan penguatan harga TBS kelapa sawit tersebut terjadi seiring dengan tingginya permintaan dan naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) dan kernel tingkat dunia.   

“Kenaikan TBS ini sangat erat dipengaruhi oleh harga CPO dan kernel di tingkat dunia karena acuan TBS itu harga CPO dan kernel yang diekspor,” kata Juaidi di ruang kerjanya Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (10/05/2021).

Menurut Juaidi banyak negara di belahan dunia sekarang yang mengimpor CPO dari Indonesia, salah satu diantaranya negara China. Tingginya permintaan CPO dari sejumlah negara tersebut berdampak pada naiknya harga TBS kelapa sawit produksi pekebun.

“Memang di beberapa belahan dunia khususnya China permintaan terhadap CPO  meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi negara mereka sehingga berdampak pada harga CPO dan kernel karena acuan TBS itu harga CPO dan kernel yang diekspor,” ujar Juaidi didampingi Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ahmad Zainul Fikri SP selaku Tim Pelaksana Penetapan Harga TBS kelapa sawit.

Karena itu tambah Juaidi, pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan produktifitas kebun kelapa sawit melalui penggunaan benih tanaman yang unggul dan bersertifikat melalui berbagai program.

“Kemudian juga mendorong percepatan replanting mumpung ada program replanting kelapa sawit sekarang ini sehingga dengan replanting ini juga bisa meningkatkan produktifitas kebun sawit ini denan tanaman-tanaman yang unggul. Nah, ke depan tentu upaya-upaya peningkatan luas kebun juga harus kita arahkan lebih seksama termasuk juga mendorong kewajiban pihak perusahaan untuk membangun kebun masyarakat dan ini harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar