Jadi Narasumber FGD Bank Indonesia, Kadis Pertanian Babel Paparkan Kondisi Pertanian Terkini Bangka Belitung

PANGKALPINANG—Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP memaparkan kondisi terkini sector pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat didapuk menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (13/04/2021) sore.

FGD yang mengusung tema Asesmen Kondisi Sektor Pertanian dan Prospek Triwulan II 2021 dan Keseluruhan Tahun 2021 tersebut dilaksanakan secara online melalui Video Conference menggunakan aplikasi zoom. Turut mendampingi Juaidi, Kepala Bidang Perkebunan Haruldi SP MSi.

Banyak hal yang dipaparkan Juaidi pada kegiatan FGD yang dilaksanakan selama satu setengah jam itu, diantaranya yang terkait dengan capaian kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan seperti peningkatan produksi komoditas pada sub sector tanaman pangan maupun sub sector perkebunan.

“Perkiraan ketersediaan produksi beras kotor untuk tahun 2021 sebanyak 39.974 ton sementara perkiraan kebutuhan beras untuk konsumsi langsung rumah tangga sebesar 116.336 ton dan konsumsi tidak langsung sebanyak 56.189 ton,” kata Juaidi melalui Video Conference dari ruang kerjanya di lantai dua Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kompleks Perkantoran dan Pemukiman Terpadu Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut Juaidi, ada sejumlah kendala yang mempengaruhi peningkatan produktifitas padi diantaranya adalah tata kelola air, alat mesin pertanian dan adanya serangan organisme pengganggu tumbuhan. Selain itu sebut Juaidi, peningkatan produktifitas padi tersebut juga ikut dipengaruhi oleh ketersediaan pupuk, akses permodalan, implementasi teknologi dan harga beli gabah.

“Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah produksi dan distribusi pangan adalah penambahan kuota sapi potong dari pabrik ternak di Lampung, mendorong penjualan sapi potong lokal, bantuan benih dan saprodi cabai dan bawang, mengoptimalkan peran korporasi dalam pembelian gabah petani serta mengoptimalkan peran satgas pangan,” ujar Juaidi.

Kemudian Juaidi memaparkan produksi sejumlah komoditi perkebunan sepanjang tahun 2020. Untuk komoditas kelapa sawit misalnya angka sementara produksi adalah 148,9 ribu ton, karet sebanyak 56,3 ribu ton dan lada sebesar 33,9 ribu ton. Menurut Juaidi kelapa sawit, karet dan lada merupakan komoditas potensial untuk diekspor ke luar negeri.

“Selain ketiga komoditi tersebut ada juga ubi kayu atau tapioca, porang, jahe merah dan domba yang potensial untuk diekspor. Ada yang sejumlah factor yang mendukung seperti demand yang tinggi, sudah adanya off taker, dukungan permodalan perbankan serta tingginya komitmen pemerintah daerah,” tandasnya.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar