Kadis Pertanian Babel Sebut Akses Pasar yang Paling Utama Branding Produk

PANGKALPINANG—Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan akses yang paling utama untuk memasarkan produk pertanian adalah branding dari produk itu sendiri. Menurut Juaidi produk yang memiliki branding akan lebih mudah diterima pasar karena memiliki image tersendiri di mata konsumen.

“Misalnya di Medan yang terkenal itu buah markisa. Markisa itu sudah ter-branding. Kalau ke Medan tidak bawa (sirup) markisa rasanya belum ke Medan,” kata Juaidi Ketika memberikan sambutan saat membuka Training of Trainers Registrasi Kebun, Senin (03/05/2021).

Sama seperti di Medan, Juaidi juga menginginkan produk pertanian Kepulauan Bangka Belitung memiliki branding sehingga akan lebih mudah diterima pasar.

“Sama juga bagaimana Bangka Belitung ini membuat branding-nya. Apakah dengan manggisnya, apakah dengan duriannya, apakah nanti dengan nanasnya  akan kita branding,” ujar Juaidi.

Dikutip https://qwords.com › blog, branding berasal dari kata brand yang artinya merek sebuah produk. Tapi keduanya mempunyai makna yang berbeda. Branding adalah aktivitas yang dilakukan sebuah perusahaan untuk meningkatkan komunikasi dengan penggunanya agar berkembang menjadi besar dan terkenal. Branding tidak hanya sekedar aktivitas biasa tetapi juga sarana untuk meningkatkan image sebuah produk dan perusahaan secara keseluruhan bagaimana caranya agar masyarakat menganggap bahwa merekalah yang terbaik dan tidak ada yang lain.

Juaidi mengatakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah memiliki kawasan komoditas. Karena itu tidak terlalu sulit untuk membuat branding pada produk tersebut.

“Kita tinggal mengemas cluster atau pewilayahan itu berikut dengan branding-nya, misalnya manggis daerah mana yang paling terkenal. Manggis Belitung yang sudah terkenal dari dulu. Tinggal Pulau Bangka, apakah manggis Tua Tunu. Jadi tinggal kita branding saja. Durian juga bisa. Branding itu cukup satu. Misalnya Durian Super Tembaga Muntok. Tidak jadi masalah bahan bakunya dipasok dari daerah lain tapi branding-nya Durian Super Tembaga Muntok,” tandas Juaidi.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar