Kajati Babel Beri Pembekalan pada Peserta Musrenbang Pertanian

 

PANGKALPINANG—Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Bangka Belitung Ranu Mihardja SH MHum memberikan pembekalan kepada peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pertanian Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2021 di Hotel Santika Pangkalpinang. Materi pembekalan yang terkait tindak pidana korupsi tersebut disampaikan Kajati pada hari terakhir pelaksanaan Musrenbang Pertanian, Rabu (11/3/2020).

Kajati Kepulauan Bangka Belitung Ranu Mihardja SH MHum mengatakan bahwa penindakan korupsi yang dilakukan aparat penegak hukum semata-semata untuk menjaga dan menegakkan kepentingan pemerintah dan negara serta melindungi kepentingan masyarakat.

 “Jadi untuk kepentingan negara, untuk kepentingan masyarakat. Jadi penegak hukum itu atas nama masyarakat dan negara,” kata Kajati didampingi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP

Turut hadir Kepala Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir Ahmad Damiri, Sekretaris Dinas Pertanian Erwin Krisnawinata STP MSi beserta seluruh pejabat eselon tiga dan empat lingkup Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sekretaris Dinas Pangan Sulastri SP MM beserta seluruh pejabat eselon tiga dan empat lingkungan Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta para pejabat Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Karena itu Kajati mengingatkan para pelaksana kegiatan untuk memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing ketika akan melaksanakan kegiatan. Menurutnya, memahami aturan sebelum melaksanakan kegiatan harus dilakukan agar tidak menimbulkan hal yang tak diinginkan di kemudian hari.

“Oleh karena itu ketika seseorang akan melaksanakan kegiatan, akan melaksanakan tugasnya dengan baik tentunya harus memahami tupoksi masing-masing. Tupoksi masing-masing harus diketahui SOP (standar operasional prosedur)-nya seperti apa. Kadang-kadang aturan-aturan itu tidak secara rinci diatur di dalam SOP. SOP itu proses administrasi setiap langkah yang harus diikuti. Tapi biasanya ketika SOP sudah dilanggar, ketentuan sudah dilanggar, ada orang yang diuntungkan atau diperkaya baik diri sendiri atau orang lain dan negara rugi, nah itu baru dinamakan korupsi.” ujar Kajati yang sesekali menyelipkan guyonan ketika memberikan pembekalan seraya menambahkan bahwa korupsi bisa berawal dari niat yang tak baik dari seorang koruptor.

“Jadi niatnya itu sudah ada sejak awal. Ada perbuatan melawan hukum, niatnya juga sudah ada sehingga negara rugi. Kenapa negara rugi karena ada perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan kewenangan dan niatnya untuk memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi,” tambah Kajati seraya mengajak ASN lingkup Dinas Pertanian untuk senantiasa membiasakan diri dengan pola hidup sederhana.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi SP MP memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Kajati Kepulauan Bangka Belitung atas pembekalan yang disampaikan kepada peserta Musrenbang Pertanian.

“Saya sempat mencatat beberapa hal yang disampaikan Pak Kajati dalam pelaksanaan tugas kita. SOP menjadi hal yang penting. Setiap uraian tugas atau tupoksi, kita memang membuat SOP dan SOP bukan sekedar menjadi pajangan,” kata Juaidi yang sepakat dengan Kajati  untuk mengajak para ASN lingkup Dinas Pertanian agar selalu menerapkan pola hidup sederhana.

“Yang kedua kita sebagai penyelenggara negara harus hidup sederhana dan memberikan keteladanan kepada masyarakat dan keluarga dan kita mesti rajin bersedekah karena sedekah akan memberikan keberkahan atas apa yang kita dapatkan. Kemudian yang terakhir jangan serakah dan nikmati apa saja yang kita miliki,” tandas Juaidi.*)

Sumber: 
SEKRETARIAT DINAS PERTANIAN
Penulis: 
Han Arifin
Fotografer: 
Han Arifin
Editor: 
Han Arifin