Pandemi Covid-19, Tim Tetap Kerja Rumuskan Strategi Pendirian Poltek Pertanian Babel

PANGKALPINANG—Panitia Pendirian Politeknik Pertanian Kepulauan Bangka Belitung terus bekerja mempercepat berdirinya perguruan tinggi negeri tersebut di Negeri Serumpun Sebalai. Rabu (20/05/2020) siang, kepanitiaan yang diketuai Drh Judnaidy itu melakukan rapat lanjutan bersama sejumlah anggota panitia lain untuk merumuskan sejumlah langkah-langkah strategis sebagai pendukung berdirinya sebuah perguruan tinggi negeri sesuai dengan aturan pemerintah. Rapat lanjutan tersebut juga menghadirkan narasumber, mantan Staf Khusus Menteri Pertanian Republik Indonesia Tubagus Hiqmat Syah STP MSc PhD.

“Ini merupakan rapat lanjutan dari rapat pertama yang telah kita laksanakan pada tanggal 14 Mei 2020 yang lalu,” kata Judnaidy ketika membuka rapat di ruang pertemuan Balai Benih Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Jalan Raya Penagan Desa Air Buluh Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka yang menjadi sekretariat Panitia Pembentukan Politeknik Pertanian Negeri Kepulauan Bangka Belitung.

Rapat lanjutan Panitia Pendirian Poltek Pertanian tersebut digelar dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan Covid-19. Hadir dalam rapat sejumlah panitia lain diantaranya adalah Kepala UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr H Wahyudi Himawan SSi MT selaku Wakil Ketua Pantia I dan Direktur Politeknik Manufaktur (Polman) Negeri Kepulauan Bangka Belitung Sugeng Aryono MEng PhD selaku Wakil Ketua Panitia II. Sementara itu dari jajaran sekretariat pantia hadir Sekretaris Panitia II Edi Setiawan SP MSi dan Erico Pebriandi selaku Sekretaris Panitia III beserta sejumlah anggota diantaranya Dr Suyatno SPt MSi, Ir Nurhayati, Irman Hasan SP, Dody Novianto SPt MM, Gusva Yetty SPt MM, Zahrial SSi MSi dan Hairil Anwar SP.  

Panitia Pendirian Politeknik Pertanian Bangka Belitung dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor: 188.44/201.c/DISDIK/2020 tanggal 27 Maret 2020.

Gubernur beserta Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Ketua DPRD Kepulauan Bangka Belitung menjadi Dewan Penasehat dalam Kepanitiaan tersebut. Sedangkan pada posisi Dewan Pembina terdapat Sekretaris Daerah, Asisten II Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu ada pula Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan, Rektor Universitas Bangka Belitung, Kepala BPTP dan Ketua Dewan Rempah Indonesia Wilayah Bangka Belitung pada jajaran Dewan Pembina.

“Banyak hal-hal urgen yang harus kita bicarakan. Yang paling krusial juga adalah terkait masalah sumber daya manusia, tenaga pengajar dan lain-lain,” ujar Judnaidy yang dalam kesehariannya menjabat sebagai Kepala Balai Benih Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu. 

Sementara itu mantan Staf Khusus Menteri Pertanian Republik Indonesia Tubagus Hiqmat Syah STP MSc PhD dalam paparannya berharap Politeknik Pertanian Negeri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung nantinya dapat melahirkan para lulusan yang kompeten pada bidang pertanian.

“Karena itu kurikulum nanti tidak boleh copy paste dari poltek-poltek lain,” kata Tubagus.

Menurut Tubgus kehadiran Politeknik Pertanian Negeri Bangka Belitung harus memberikan nilai lebih bagi para lulusan dengan menerapkan cara belajar mengajar yang berbeda dari politeknik-politeknik pertanian yang sudah lebih dulu ada di tempat lain.

“Cara budidaya yang berbeda, cara pemeliharaan tanaman juga harus berbeda, cara penanggulangan hama penyakit berbeda dan cara penanganan pasca panen juga berbeda,” ujar Tubagus seraya meminta pihak pengelola kampus untuk terlebih dahulu menanamkan rasa cinta bertani pada diri mahasiswa yang nanti kuliah di kampus tersebut.

“Itu saja dulu (menanamkan rasa cinta bertani-red). Bila sudah tertanam rasa cinta bertani maka Insya Allah (lulusannya) tidak akan jadi pengangguran. Untuk tahun kedua dan ketiga nanti kita kembangkan lagi,” tambahnya.*)

Sumber: 
DINAS PERTANIAN
Penulis: 
Han Arifin
Fotografer: 
Han Arifin
Editor: 
Han Arifin