Panen Raya Durian dan Launching KUR, Mentan SYL dijadwalkan Hadir di Bangka Belitung Akhir Bulan Ini

PANGKALPINANG—Menteri Pertanian (Mentan) Dr H Syahrul Yasin Limpo SH MH (SYL) dijadwalkan berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhir bulan ini. Mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode itu datang ke Negeri Serumpun Sebalai untuk menghadiri panen raya durian pada tanggal 29 Juli 2021 di Desa Air Belo Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat.

Untuk memantapkan kedatangan Mentan tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat persiapan awal, Senin (12/07/2021) hari ini. Pertemuan yang dilaksanakan di ruang rapat kecil lantai dua Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu dipimpin langsung Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP.

Hadir dalam rapat tersebut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Irman Hasan SP yang juga sekaligus ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pelaksana Panen Raya Durian, Kepala UPTD Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Ir Heri, Kepala UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih Dr H Wahyudi Himawan SSi MT, Kepala Seksi Hortikultura Maryadi SE MSi serta Kepala Seksi Sertifikasi Mutu Benih Budi Jaya Santosa SP.

Selain itu ikut pula dalam pertemuan Koordinator KSPP BPTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Achmadi SP MSc, Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Barat Amelia SP serta pemilik pohon induk Durian Lokal Klamunod sekaligus pemilik lokasi penyelenggaraan panen raya durian H Nurhulis.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan kehadiran Mentan SYL diharapkan dapat mempercepat pelepasan durian lokal Klamunod menjadi varietas unggul.

“Kita harus memanfaatkan momentum ini bahwa duriannya sudah berbuah bagus, dokumen sudah selesai sehingga kita berharap tahun ini juga (Durian Klamunod) harus sudah dilepas. Karena itu kita ingin menghadirkan Bapak Menteri Pertanian langsung sekaligus mencicipi Durian Klamunod yang tidak ada tandingannya di Indonesia,” kata Juaidi ketika memberikan arahan saat memimpin rapat persiapan awal panen raya durian.

Untuk diketahui, Klamunod telah resmi terdaftar sebagai varietas lokal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak tanggal 5 Desember 2018 yang lalu. Pendaftaran tersebut ditandai dengan terbitnya Tanda Daftar Varietas Tanaman dari Pusat Perlindungan Varietas dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian Nomor 874/PVL/2018.

Tak saja panen raya durian, menurut Juaidi kehadiran Mentan SYL di Kepulauan Bangka Belitung juga sekaligus juga akan menghadiri launching Kredit Usaha Rakyat (KUR) sejumlah komoditas pertanian seperti tanaman porang, jahe merah dan domba. Launching KUR tersebut rencananya dilakukan di kawasan areal Balai Benih Pertanian di Dusun Air Pelempang Desa Air Buluh Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka.

“Mudah-mudahan bisa. Jadi di Balai Benih Pertanian ada dua agendanya. Yang pertama launching KUR dan yang kedua panen pedet. Selesai itu kita jelaskan juga nanti ke Pak Manteri terkait rencana pembangunan Polbangtan di Kawasan Balai Benih Pertanian tersebut,” ujar Juaidi.

Karena itu Juaidi minta susunan kepanitiaan dilengkapi secapatnya dan langsung koordinasi dengan pihak terkait. Selain itu ia juga menginstruksikan agar segera disiapkan fasilitas yang diperlukan untuk memperlancar kegiatan itu nanti.

“Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya terutama yang terkait dengan rencana pelepasan Durian Klamunod itu. Sidang verifikasi dokumen di kementerian Pertanian antara tanggal 22 hingga 24 Juli 2021. Setelah itu nanti ada waktu sangghan selama 30 hari. Jika tidak ada sanggahan maka diterbitkan SK Mentan terkait pelepasan,” terang Juaidi seraya menambahkan kehadiran Mentan SYL juga rencananya akan dirangkai dengan pelepasan ekspor perdana durian Bangka Belitung ke Negara China.

“Di antara momen-momen ini pak Menteri itu maunya ada yang diekspor. Tapi syarat untuk eskpor ke China kebun durian harus sudah diregistrasi. Nah, kebun milik Pak Nurhulis  registrasi sudah berjalan. Packing house sedang diaudit dan jika sudah memenuhi hasil audit kita lapor ke Badan Karantina,” tandas Juaidi.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar