Pantau Harga Daging Sapi, Kepala Dinas Pertanian Babel Sebar Para Kepala Bidang ke Kabupaten Kota

PANGKALPINANG—Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP menugaskan para kepala bidang lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk memantu operasi pasar daging sapi di sejumlah kabupaten dan kota.  Para pejabat struktural setingkat eselon tiga tersebut diminta untuk memastikan harga daging sapi dan ayam yang dijual pedagang di kabupaten kota sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan dalam surat edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 510/029/Disperindag-IV.

Para pejabat yang ditugaskan untuk memantau operasi pasar tersebut diantaranya adalah Kepala Bidang Penyuluhan Ir Kemas Arfani Rahman di tugaskan di Kabupaten Bangka Barat dan Hj Sulastri SP MM di Kabupaten Bangka. Sementara Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Irman Hasan SP ditugaskan memantau harga daging sapi di Bangka Tengah dan untuk Bangka Selatan ditugaskan Haruldi SP MSi.

“Untuk Pangkalpinang tadi saya langsung yang mendampingi Pak Gubernur bersama dengan Kepala Bidang Peternakan Ibu Ir Nurhayati. Sementara untuk Pulau Belitung kita minta bantuan kawan-kawan dari dinas kabupaten,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP di ruang kerjanya, Senin (10/05/2021).

Juaidi berharap kehadiran para pejabat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut dapat membantu mensosialisasikan HET daging sapi dan ayam pedaging kepada penjual sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Sesuai Surat Edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung HET daging sapi di Pulau Bangka ditetapkan sebesar 135 ribu rupiah per kilogram dan 140 ribu rupiah per kilogram untuk Pulau Belitung.  Sementara untuk ayam pedaging dtetapkan 35 ribu rupiah per kilogram bulat dan 40 ribu rupiah per kilogram untuk karkas.

“Mulai hari ini dan besok kita hadir di sana (kabupaten kota-red) untuk memastikan juga bahwa (daging sapi dan ayam) yang dijual pedagang itu sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung karena formulasinya (HET-red) kita juga yang bantu susun. Untuk itu kita sudah kirmkan tim dari dinas ini. Level eselon tiga,” ujar Juaidi.

Terkait adanya informasi bahwa harga jual daging ayam di sejumlah kabupaten cenderung tidak seragam Juaidi mengatakan hal itu disebabkan panjangnya rantai distribusi hingga sampai ke penjual.

“Misalnya ayam bulat yang tadi dijual pedagang (pasar pagi Pangkalpinang) seharga 33 ribu rupiah ternyata berbeda dengan di Bangka Barat di atas 35 ribu rupiah. Tadi pagi Pak Gubernur yang langsung menyampaikan (informasi ketidakseragaman harga daging ayam) ke kami via telepon. Hal itu terjadi karena rantai pasokannya panjang dari kandang ke pedagang. Karena itu jalur distribusi dari kandang ke pedagang itu kita minta jangan terlalu panjang,” tandasnya.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar