PBT Periksa Lahan Penangkaran Benih Jagung di Balai Benih Pertanian Babel

PANGKALPINANG—Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui UPTD Balai Benih Pertanian melakukan perbanyakan benih jagung seluas dua hektar di areal penangkaran benih setempat. Kepala Balai Benih Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Drh Judnaidy mengatakan perbanyakan benih yang didanai APBN Tahun 2020 itu merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan benih jagung para petani di Negeri Serumpun Sebalai.

“Kami melakukan penangkaran benih jagung seluas dua hektar. Varietas yang ditangkar adalah Srikandi Kuning dengan dua kelas benih, yaitu kelas benih dasar dan benih pokok,” kata Judnaidy ketika menerima tim pemeriksa lapangan pendahuluan dari UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih (PSMB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (9/4/2020).

Tim pemeriksa lapangan pendahuluan terdiri dari sejumlah Pengawas Benih Tanaman, diantaranya adalah Hairil Anwar SP, Wiwit Nuryanto STP, Erico Pebriandi ST MSi dan Pahrorruzi AMd.

“Benihnya sudah siap berasal dari Balai Penelitian Tanaman Serealia yang sudah kami laporkan dan diperiksa oleh pengawas benih tanaman. Dokumen-dokumen benih semuanya lengkap,” ujar Judnaidy didampingi Kepala Seksi Produksi Balai Benih Pertanian Drh Yuhendra Hatta. 

Judnaidy berharap benih dari kegiatan penangkaran tahun ini dapat memenuhi standar mutu sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.

“Balai Benih Pertanian rutin melakukan penangkaran benih jagung. Tahun lalu juga kami melakukan penangkaran meskipun mutunya belum memenuhi standar setelah diuji di laboratorium UPTD PSMB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” tambahnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Rabu (15/4/2020), Kepala UPTD PSMB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr H Wahyudi Himawan SSi MT berharap kegiatan perbanyakan benih jagung di Balai Benih Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat berjalan dengan baik agar kebutuhan benih bermutu untuk para petani dapat secara berkelanjutan terpenuhi. Harapan ke depannya lanjut Wahyudi, akan ada pihak swasta maupun perorangan yang mendaftarkan diri untuk menjadi penangkar benih jagung bermutu sehingga lambat laun pemenuhan benih unggul dapat dipenuhi oleh secara lokal tanpa harus didatangkan dari luar daerah. Apalagi dengan bertumbuhnya industri peternakan seperti ayam petelur dan pedaging yang membutuhkan jagung sangat tinggi.  

 “Tahapan sertifikasi tetap kita lakukan sesuai aturan. Mudah-mudahan kegiatan penangkaran benih jagung tersebut berhasil dan memenuhi standar mutu sehingga para petani yang menggunakan benih tersebut nanti bisa mendapatkan hasil panen yang optimal dan lambat laun tidak mendatangkan benih dari luar lagi. Gunakanlah benih bersertifikat hasil pembenihan lokal yang sudah adaptabel dengan wilayah dan karakteristik unik seperti negeri kita Serumpun Sebalai,” kata Wahyudi.*)

 

Sumber: 
UPTD PSMB - DINAS PERTANIAN
Penulis: 
Han Arifin
Fotografer: 
Erico Pebriandi
Editor: 
Han Arifin