Penuhi Standar Keamanan Pangan, Produk Hortikultura Wajib disertifikasi

PANGKALPINANG—Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan produk hortikultura wajib disertifikasi. Sertifikasi tersebut sebut Juaidi menjadi penting dalam upaya untuk memenuhi dan menjamin standar keamanan produk.

“Selain untuk menjamin mutu produk kita agar memenuhi standar keamanan pangan, sertifikasi ini juga suatu kebutuhan di era global seperti sekarang ini dan juga akan menjamin traceability atau ketelusuran terhadap produk yang akan kita kembangkan atau kita produksi,” kata Juaidi ketika membuka secara resmi kegiatan Training of Trainer (ToT) Registrasi Kebun dan Lahan Usaha Hortikultura Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin 03/04/2021) pagi.

Kegiatan yang diikuti para pejabat dan petugas yang menangani subsector hortikultura dari kabupaten kota se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu dilakukan secara online melalui Video Conference menggunakan aplikasi zoom dari ruang rapat kecil lantai dua Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kawasan Komplek Perkantoran dan Pemukiman Terpadu Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung – Jalan Pulau Pongok Kelurahan Air Itam Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang.   

Menurut Juaidi ada sejumlah permasalahan yang menjadi kendala dalam penerapan standarisasi dan mutu produk hortikultura, diantaranya adalah konsumen belum menuntut produk yang dihasilkan dari kebun yang telah teregistrasi dan memiliki sertifikat mutu. Sementara di sisi lain petani pun belum memahami nilai tambah yang dapat diperoleh atas produk yang telah bersertifikat.

“Kemudian sistem pemasaran juga belum menghargai mutu dan sertifikat mutu yang dimiliki oleh petani atau kelompok tani dan juga pasar modern belum menuntut sertifikat mutu untuk produk hortikultura yang dijual,” ujar Juaidi.

Karena itu kata Juaidi mesti dilakukan edukasi terhadap retailer, supplier, dan konsumen akhir untuk lebih menghargai mutu dan keamanan pangan melalui berbagai media massa secara intensif. Selain itu diperlukan kepedulian stakeholders terkait pentingnya sertifikasi prima atau good agriculture practices (GAP) atau organik dalam rangka peningkatan keamanan, mutu dan daya saing produk hortikultura.

“Untuk itu mesti dilakukan rintisan kerjasama dengan supplier, pasar modern, eksportir dalam hal pemasaran produk buah dari kebun yang bersertifikat prima atau organik Indonesia. Selain itu juga perlu untuk memperkuat infrastruktur penerapan dan sertifikasi prima atau GAP atau organik Indonesia,” tandas Juaidi.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar