PENYALURAN INSENTIF SAPI BETINA BUNTING MELALUI PEMBERIAN PAKAN PENGUAT KEGIATAN PENINGKATAN PRODUKSI PETERNAKAN DINAS PERTANIAN TA.2017

Program upaya khusus peningkatan  populasi sapi dan kerbau (UPSUS SIWAB) yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 48/Permentan/PK.210.10/2016  tentang  Upaya  Khusus  Percepatan  Peningkatan  Populasi Sapi dan Kerbau Bunting, merupakan  kegiatan yang terintegrasi  melalui sistem managemen reproduksi yang terdapat beberapa aspek yang harus diterapkan didalamnya termasuk pemenuhan  hijauan  pakan  ternak  (HPT)  berkualitas  dan penambahan  pakan  konsentrat. Pemenuhan hijauan pakan ternak dan konsentrat yang berkualitas merupakan salah satu upaya perlakuan yang ditujukan untuk perbaikan sistem reproduksi ternak yang mengalami gangguan reproduksi akibat kekurangan nutrisi serta memperkuat jaringan reproduksi yang sudah baik pada ternak sapi bunting sampai dengan melahirkan sehingga akan menghasilkan bibit ternak yang berkualitas baik. Diharapkan dengan upaya tersebut dapat memulihkan sistem reproduksi ternak indukan sehingga memiliki produktivitas yang baik untuk mempercepat peningkatan populasi ternak.

Bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 33 Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/OT.010/12/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting, maka Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting Tahun Anggaran 2017. Pelaksanaan Upsus Siwab ini dilaksanakan secara terintegrasi mulai dari pusat sampai ke lapangan. Sehingga segmen memiliki peranan dan fungsi masing-masing. Upsus Siwab secara nasional mengalokasikan target akseptor sebanyak 4 juta dengan target 3 juta bunting, Dalam upaya mempertahankan kebuntingan dan kesehatan induk dan anak, maka Dinas Pertanian melakukan penguatan betina bunting dalam bentuk pemberian insentif dalam bentuk pakan.

Beberapa strategi untuk meningkatkan populasi ternak diantaranya adalah penambahan indukan/betina produktif, meningkatkan angka kelahiran ternak yang diiringi dengan mengurangi angka kematian ternak, mempersingkat interval calving ternak. Dalam upaya meningkatkan angka kelahiran ternak dan penyelamatan betina produktif dilakukan diantaranya adalah insentif betina bunting dan penjaringan dan penyelamatan betina produktif.

Salah satu permasalahn pengembangan populasi di Bangka Belitung adalah kematian anak yang masih tinggi. Selain itu, dari jumlah betina dewasa yang ada, hanya sekitar 68% yang produktif.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam program Upsus Siwab ini mempunyai target akseptor sebanyak 2004 ekor dengan target kebuntingan 1182 ekor. Target 2004 akseptor tersebut terdiri dari IB pengembangan 1004 akseptor dan introduksi 1000 akseptor.  Dalam upaya mempertahankan kelangsungan induk dan anak diperlukan pakan yang cukup, baik secara kualitas maupun kuantitas salah satunya dengan penambahan pakan penguat/konsentrat pada indukan yang bunting.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah dapat mempertahankan kelangsungan induk sapi yang bunting agar dapat melahirkan anaknya dengan sehat dan tetap menjadi indukan yang produktif dengan masa calving interval yang pendek. Sebaliknya anak yang dilahirkan akan menjadi calon induk yang produktif dan mempunyai produktifitas yang tinggi. Mengingat, pentingnya peran pakan tersebut, maka melalui Dana APBD TA. 2017 Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Banga Belitung melaksanakan kegiatan pemberian pakan penguat yang diperuntukkan  bagi Sapi Betina Bunting di sebanyak 600 ekor di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat dan Belitung Timur, masing – masing 200 ekor.

Penetapan ketiga  wilayah tersebut karena ketiga kabupaten tersebut merupakan kawasan ternak sapi potong dimana memiliki jumlah persentase indukan yang lebih banyak dibandingkan kabupaten lainnya, dan merupakan sasaran lokasi UPSUS SIWAB.

Tujuan kegiatan adalah memotivasi peternak dalam mengembangbiakkan sapi dengan penguatan pakan, pemberian penguatan pakan sapi yang bunting. Sasaran dari Kegiatan Penguatan Sapi Betina Bunting adalah ternak sapi bunting diutamakan IB dan terdata di Isikhnas sebanyak 600 ekor.

Kegiatan Penguatan Sapi Betina Bunting  Tahun  2017 dilaksanakan  dengan ketentuan yang pertama Kriteria  Lokasi yaitu merupakan wilayah/kawasan padat ternak sapi, memiliki kondisi agroekosistem sesuai usaha peternakan, antara lain didukung oleh ketersediaan  sumber pakan lokal setempat dan air; diutamakan memiliki potensi dan diproyeksikan sebagai wilayah sumber bibit bagi rumpun sapi dominan di wilayah tersebut; serta tersedia petugas lapang dan sarana pendukung. Kedua, Kriteria Peternak Penerima Penguatan yaitu Warga Negara Indonesia, dewasa atau sudah berkeluarga dan memiliki KTP; Peternak yang memiliki ternak yang sudah di data di Isikhnas; diutamakan mempunyai ternak yang bunting dari perkawinan IB, serta memiliki pengalaman beternak.Adapun Seleksi ternak  yang mendapat dana penguatan sebagai berikut  mempunyai SKSR (Surat Keterangan Status Reproduksi); Diutamakan ternak sapi  yang dikawinkan melalui Inseminasi Buatan; dan Bunting minimal 5 bulan dan telah dilaporkan ke Isikhnas.

Kegiatan Penguatan Sapi Betina Bunting dialokasikan dalam bentuk belanja bahan dialokasikan padaOrganisasi Perangkat Daerah Dinas Pertanian,Prop. Kep. Bangka Belitung melalui Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Tahun 2017 Kegiatan Peningkatan Produksi Peternakan. Pemberian Penguatan Sapi Bunting berupa pemberian Pakan konsentrat untuk 600 ekor kepada peternak yang memiliki sapi bunting dan diutamakan hasil kawin IB.

Tahap yang dilakukan pertama kali adalah melaksanakan pengadaaan pakan tersebut di OPD melalui proses pengadaan yang melibatkan pihak ke 3. Selanjutnya pakan konsentrat yang sudah tersedia akan dilakukan pendistribusian kepada ternak sapi yang bunting dan masuk dalam akseptor SIWAB yang ditunjuk menerima Penguatan Sapi Bunting sebanyak 600 ekor di 3 Kabupaten. Pendistribusian dilakukan melalui hasil pendataan ternak Sapi yang Bunting minimal 5 bulan dan dilaporkan di Isikhnas serta mempunyai SKSR. Pendistribusian pakan selanjutnya dilakukan langsung ke peternak dengan pengawalan tim teknis kabupaten, sesuai dengan data sapi bunting yang telah dilakukan pemeriksaan kebuntingan oleh petugas PKB dan terlapor di Isikhnas.

Sumber dana untuk kegiatan Penguatan Sapi Betina Bunting Tahun 2017 dialokasikan dalam   APBD di Dinas Pertanian Prop. Kep. Bangka Belitung.

Tata Cara Pengajuan dan Penyaluran insentif Penguatan :

Proses pengajuan dan penyaluran Penguatan Sapi Betina Bunting  dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Peternak calon penerima Penguatan Sapi bunting telah terdata di dalam Isikhnas.
  2. Ternak yang akan menerima Penguatan sapi bunting harus mempunyai identitas, dan telah di keluarkan SKSRnya
  3. Pemeriksaan kebuntingan oleh petugas PKB dilaporkan di Isikhnas.
  4. Tim Teknis kabupaten menseleksi hasil PKB berdasarkan data di Isikhnas dengan memprioritaskan pada bunting tua IB atau Inka minimal bunting 5 bulan.
  5. Hasil rekapan seleksi tersebut sebagai dasar pengajuan permohonan pendistribusian pakan ke Provinsi.
  6. Tim Provinsi mendistribusikan ke peternak dengan pengawalan dan pendampingan tim teknis kabupaten sesuai dengan pengajuan dari kabupaten.
  7. Peternak menandatangani daftar penerimaan barang dan diketahui oleh tim teknis kabupaten selanjutnya disampaikan ke Tim Provinsi.

Untuk kelancaran kegiatan ini, di tingkat Provinsi dibentuk Tim Pembina Provinsi dan pada tingkat Kabupaten dibentuk Tim Teknis Kabupaten. Oleh karena itu dalam upaya mengoptimalkan pelaksanaannya telah diatur dalam Juklak untuk memperjelas tugas dan fungsi dari setiap lini kelembagaan yaitu baik Tim Pembina Provinsi, Tim Teknis Kabupaten/Kota sertaTim Pemeriksa Kebuntingan Ternak.

Tim Pemeriksa Kebuntingan Ternak mempunyai kewajiban sebagai berikut :

  1. Melakukan pemeriksaan terhadap sapi betina bunting;
  2. Melakukan seleksi terhadap sapi betina bunting;
  3. Menetapkan sapi betina bunting  yang terseleksi;
  4. Dilakukan oleh Dokter Hewan atau Petugas yang sudah mengikuti Diklat/Bimtek Pemeriksaan Kebuntingan dan mempunyai sertifikat PKB dan terdaftar di Isikhnas;
  5. Melaporkan hasil kegiatan kepada Dinas Kabupaten/Kota.diteruskan ke Provinsi
Sumber: 
Dinas Pertanian
Penulis: 
Suryati, S.Pt