Peran Pakan dalam Mendukung Program KUR Penggemukan Sapi

 

Oleh: Gusva Yetti, SPt.MM

(Pengawas Mutu Pakan Madya pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)

 

PERTANIAN merupakan salah satu sektor yang mendapatkan layanan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan subsektor peternakan termasuk bagian yang mendapatkan permodalan dengan tingkat suku bunga yang rendah tersebut termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Serapan KUR pada sektor pertanian di Negeri Serumpun Sebalai sangat tinggi. Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan bahwa sekitar delapan puluh persen dana KUR yang digelontorkan di provinsi ini diserap oleh sektor pertanian.

KUR merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka memperkuat permodaalan usaha di masyarakat dengan suku bunga yang rendah termasuk Program KUR penggemukan sapi di Kepulauan Bangka Belitung. Peruntukkannya dalam rangka memperkuat modal usaha bagi peternak penggemukan sapi dengan  harapan dapat membantu menyuplai kebutuhan daging di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meningkakan pendapatan, membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

KUR subsektor peternakan tahap pertama dengan program penggemukan sapi telah dimulai pada Tahun 2020. Peruntukkannya diberikan kepada 38 peternak yang tergabung dalam lima kelompok peternak dengan sapi sebanyak 76 ekor dengan jenis Limosin, Simental, Angus. Kelompok peternakan tersebut tersebar di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah

 Untuk KUR tahap kedua akan diperuntukkan bagi 99 peternak yang tersebar di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat dan Bangka Selatan. KUR Tahap kedua ini lebih diarahkan kepada penyediaan kebutuhan hewan Qurban dengan jenis ternak sapi Madura atau Bali sehingga dengan plafon dana yang ada diperkirakan peternak akan mendapat 3 hingga 4 ekor  per orang.

Agribisnis penggemukan sapi di Provinsi Bangka Belitung ini memiliki prospek yang cukup baik. Pasar yang cukup terbuka karena hamper 85 persen kebutuhan daging masih didatangkan dari luar. Lahan yang cukup luas dapat dijadikan areal tumbuh sumber pakan serta limbahpeternakan yang dapat dijadikan bahan pupuk organic untuk memenuhi pupuk baik untuk pertanian sendiri maupun reklamasi lahan marginal seperti reklamasi lahan eks tambang timah yang cukup banyak di Bangka Belitung.

Dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam program KUR tahap pertama khususnya pakan pada kelompok Mandiri Pangan  ini diantaranya adalah bantuan  pakan konsentrat, pendampingan dan bimbingan teknis dalam pemilihan pakan yang berkualitas, penguatan penyediaan hijauan pakan berkualitas beruapa bantuan bibit, pupuk untuk hijauan pakan ternak terdiri dari bibit rumput gajah sebanyak 10.000 stek, indigofera sebanyak 2.000 polibag, pupuk kompos sebanyak 2.4 ton, pupuk an organic sebanyak 0.8  Ton dan dolomit sebanyak 0.8 ton. Penguatan kebun hijauan pakan tersebut dalam kegiatan Gerbang Patas (Gerakan Penanam HIjauan Pakan Berkualitas). Penguatan fasilitasi alat pengolah pakan (pencacah kelapa sawit) serta pelayanan kesehatan hewan seperti pemberian vitamin, obat cacing dan pengobatan lainnya telah berikan oleh  Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.

Kelompok Tani Mandiri Pangan sudah memformulasi pakan sendiri dengan memanfaatkan beberapa bahan pakan lokal seperti rumput gajah, rumput alam, indigofer, dedak, solid,  bungkil sawit, dedak, onggok, kulit ubi,  garam yang diberikan dalam bentuk segar dan sebagian dalam bentuk yang telah difermentasi/silase. Untuk masa penggemukan 6 bulan rata- rata pertambahan berat badan 0.8 kilo gram per ekor per hari. Pertambahan berat badan ini belum optimal karena penggemukan sapi dapat mencapai berat rata rata per hari lebih dari satu kilo gram dengan pemberian pakan yang cukup baik secara kualitas dan kuantitas. 

Salah satu permasalahan pakan di kelompok Mandiri Pakan ini adalah sempat terjadi perubahan formulasi pakan baik jumlah maupun bahan baku karena kesulitan dalam mendapatkan solid dan bungkil inti sawit. Hal  ini langsung ditanggapi olah Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM pada acara panen sapi penggemukan di Kabupaten Bangka Tengah pada tanggal 16 Pebruari 2021 yang lalu.  Gubernur siap memfasilitasi Kelompok ke perusahan kelapa sawit untuk mendapatkan bahan baku tersebut dengan membuat kebutuhan per bulan bersama beberapa kelompok lainnya untuk kebutuhan skala waktu tertentu yang dikoordinir oleh Petugas Penyuluh Lapang di wilayah tersebut. Dengan pembelian dalam jumlah banyak dapat menekan harga dan kontiunitas.

Pakan yang diberikan di Kelompok Mandiri Pangan  harus dievaluasi kembali baik dalam komposisi nutrisi, jumlah pemberian, waktu pemberian serta harga dan kontinuitas bahan baku.  Pakan sangat berpengaruh dalam usaha peternakan karena 60 hingga-70 persen merupakan komponen biaya dalam usaha tersebut. Sementara peranan pakan sangat penting dalam menentukan produksi dan produktivitas ternak. Pemberian pakan yang cukup baik secara kualitas maupun kuantitas berdampak pada pertumbuhan dan pertambahan berat badan sapi tersebut sehingga pemilihan baku pakan harus memperhatikan semua aspek di atas.*)

Penulis: 
Gusva Yetti SPt MM
Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung