Perjuangan Tim Keswan, Tembus Gelap dan Tinggalkan Keluarga Demi Pastikan Daging Kurban Layak Konsumsi

PEKATNYA gelap fajar Selasa (20/07/2021) hari ini tak mampu menghentikan laju kendaraan yang dikendarai Taufik. Bahkan bapak satu anak yang memiliki nama lengkap Muhamad Taufik Alamsyah SPt MSc itu terus memacu cepat mobilnya untuk mengejar waktu agar bisa tiba lebih awal di Masjid Jamik Kelurahan Kuto Panji Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka. Taufik harus berada di masjid tersebut sepagi mungkin agar proses pemeriksaan kesehatan hewan kurban bantuan Presiden Joko Widodo di tempat tersebut dapat dilakukan dengan cermat dan teliti sebelum dipotong.

"Karena itu tepat pukul lima pagi selepas Shalat Subuh kami langsung berangkat menuju Masjid Jamik Belinyu. Kami berangkat dari Sungailiat," kata Taufik kepada distan.babelprov.go.id, Selasa (20/07/2021).

Taufik merupakan salah satu anggota tim kesehatan hewan (keswan) yang ditugaskan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengawasi jalannya kegiatan pemotongan hewan kurban pada perayaan Idul Adha tahun ini.Taufik yang merupakan ASN Fungsional Pengawas Mutu Pakan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu mendapat tugas melakukan pemantauan dan pengawasan pemotongan hewan kurban di Kabupaten Bangka tepatnya di Masjid Jami yang terletak di Kelurahan Kuto Panji Kecamatan Belinyu.

Pagi itu Taufik berangkat tak sendiri. Turut serta Septian Eka Pratama, rekan kerjanya satu profesi di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Taufik dan Septian berada dalam satu tim.

"Selain itu tim kami juga beranggotakan seorang dokter hewan yaitu Pak Yuhendra dan Koordinator Pengawas Bibit Ternak Bapak Dody Novianto. Beda dengan kami, mereka berdua berangkat dari Pangkalpinang, " ujar alumni Universitas Gajah Mada itu.

Butuh waktu sekitar satu jam Taufik dan Septian untuk tiba di Kota Belinyu. Tiba di sana keduanya bersama Drh Yuhendra dan Dody Novianto Spt MM lalu melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban bantuan presiden. Dari hasil pemeriksaan, hewan kurban tersebut dinyatakan sehat dan layak untuk dikonsumsi.

"Proses pemotongan hewan hingga pembagian daging kurban kami awasi. Kesimpulan kami berdasarkan hasil pemeriksaan hewan kurban yang dipotong di Masjid Jamik tersebut sehat, aman dan layak untuk dikonsumsi," terang Taufik.

Taufik mengaku puas karena bisa menjalankan tugas dengan lancar hari itu. Meski  di hari libur dan merayakan Idul Adha tak bareng keluarga baginya tak mengapa.

"Karena ini tuntutan tugas dan pekerjaan. Jadi tidak masalah meski bertepatan dengan hari libur dan tidak bisa shalat ied bareng keluarga. Bagi kami memastikan daging kurban yang sehat dan aman untuk dikonsumsi itu jauh lebih penting," kata Taufik seraya menambahkan Shalat Idul mereka tunaikan di masjid setempat bersama jamaah yang lain.

"Selepas Shalat Idul Adha dan sebelum pemotongan hewan kurban kami diajak pengurus masjid dan jamaah yang lain makan bersama dengan tradisi ngganggung di masjid tersebut. Setelah kegiatan di Masjid Jamik kelar tim kami kemudian melakukan pemeriksaan hewan kurban bantuan Pak Gubernur Kepulauan Bangka Belitung di masjid yang lain," tambahnya.

Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Drh Correy Wahyu Adi Sulistiyo melalui akun facebooknya yang diposting sehari sebelum Idul Adha minta tim kesehatan hewan yang bertugas melakuan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan pemotongan hewan kurban untuk tetap semangat meski tak bisa berlebaran bersama keluarga. Correy yang telah mengizinkan statusnya itu dikutip  distan.babelprov.go.id mengatakan tugas yang diemban tim kesehatan hewan itu merupakan amanah mulia untuk ditunaikan.

"Kepada para pemeriksa hewan Qurban, dokter hewan, paramedik, sarjana peternakan, para penyuluh, tetap semangat menjalani amanahmu. Disaat yg lain lebaran dan liburan, kita justru bertebaran di masjid-mesjid memastikan kelayakan hewan Qurban, semoga keberkahan menaungi kita semua," kata Correy.

Sebagaimana diwartakan distan.babelprov.go.id Edisi Senin 19 Juli 2021, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menurunkan tim keswan untuk mengawal kegiatan pemotongan hewan kurban di sejumlah masjid dan musholla serta tempat-tempat pemotongan lain dalam beberapa wilayah kabupaten dan kota, Selasa (20/07/20210) hari ini.

Tim yang beranggotakan dokter hewan, pejabat fungsional pengawas bibit ternak, Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner itu disebar untuk memastikan kesehatan hewan kurban, proses pemotongan serta kegiatan pembagian daging kurban sesuai protocol kesehatan.

“Apalagi saat ini masih pendemi covid-19. Karena itu perlu dilakukan pengawasan terhadap proses pemotongan hewan kurban,” kata Koordinator Fungsional Pengawas Bibit Ternak  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dody Novianto SPt MM kepada distan.babelprov.go.id usai mengikuti rapat koordinasi Pengawasan Pemotongan Hewan Kurban dalam rangka Perayaan Idul Adha Tahun 2021 di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Senin.

Dijelaskan Dody sapi bantuan Presiden Joko Widodo yang dipotong di Masjid Jamik Belinyu merupakan jenis Si Mental. Berat sapi tersebut 1,2 ton dan berumur enam tahun.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Dokumentasi Bidang Peternakan
Editor: 
Hairil Anwar