Sahri, Nakhoda Poktan Tani Jaya Pengelola Sawah di Ujung Utara Pulau Bangka

SAHRI berdiri tegak. Tangan kanan lelaki berkulit hitam berusia empat puluh lima tahun itu memberi aba-aba pada sopir pick up yang membawa benih padi bantuan pemerintah untuk lebih merapatkan kendaraannya ke gudang penyimpanan benih milik Kelompok Tani (Poktan) Tani Jaya Dusun Lubuk Lesung Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, Rabu (07/07/2021) siang.

“Oke, cukup,” teriak Sahri dengan keras hingga pick up itu berhenti.

Sahri adalah Ketua Poktan Tani Jaya. Tak pernah berpikir menjadi petani, Sahri mulanya berprofesi sebagai pedagang di Pulau Bangka. Ketika menjejakkan kaki ke Pulau Timah ini dua puluh dua tahun lalu, bapak dua anak tersebut dulu berjualan keliling di Pangkalpinang untuk menyambung hidup. Tidak sebentar, pria asal Solo – Jawa Tengah tersebut menekuni pekerjaan sebagai pedagang hampir lima tahun lamanya.

“Lima tahun lamanya saya berdagang di Pangkalpinang. Tahun 1999 saya pertama kali masuk ke Pulau Bangka dan mulai berjualan tahun itu juga,” kata Sahri memulai cerita kepada distan.babelprov.go.id, Rabu (07/07/2021).

Enam tahun berselang Sahri mengubah haluan. Profesi pedagang yang ia geluti selama bertahun-tahun tak lagi ia minati. Atas ajakan teman, Sahri kemudian pindah ke Dusun Lubuk Lesung Desa Gunung Pelawan Kabupaten Bangka untuk memulai penghidupan baru.

“Tahun 2006 saya pindah ke Dusun Lubuk Lesung. Kemudian pada tahun 2011 mulai kami buka sawah dengan cara swadaya bersama warga yang lain di Dusun Lubuk Lesung. Awalnya cuma satu hektar. Tapi lama-kelamaan luasannya terus bertambah,” ujarnya.   

Butuh waktu yang cukup lama bagi Sahri dan anggota Poktan Tani Jaya untuk menambah luasan sawah yang mereka garap. Berbekal semangat dan ketekunan usaha keras mereka membuahkan hasil.

“Sekarang luasan sawah yang kami garap kurang lebih tiga puluh hektar. Lahan ini terpaksa kami buka secara swadaya karena masuk dalam kawasan hutan produksi sehingga tidak boleh dicetak dengan uang negara. Tapi sekarang sedang kami usulkan untuk dibebaskan,” terang Sahri didampingi Penyuluh Pertanian Kecamatan Belinyu Parmin SP.

Sahri mengaku hasil panen padi sawah yang mereka garap cukup membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dan anggota Poktan Tani Jaya. Ia bersyukur hasil panen padi sawah mereka dapat mengurangi beban hidup ia dan keluarganya.

“Kami pernah panen enam ton per hektar. Tapi pernah juga gagal panen. Tapi Alhamdulillah hasil panen padi sawah kami cukup membantu memenuhi kebutuhan beras. Malah kalau hasil panen lagi banyak, kami sampai jualan beras ke tempat lain,” kata Sahri seraya mengatakan Poktan Tani Jaya yang ia pimpin pernah mendapatkan bantuan mesin penggiling padi dari pemerintah.

“Kami pernah mendapatkan bantuan mesin giling padi dan sampai sekarang mesin tersebut masih bagus. Bahkan petani ladang dari desa-desa lain di sekitar sini sering menggunakan alat penggiling padi milik kami. Selain itu kami juga pernah mendapatkan bantuan tractor untuk olah tanah,” kata Sahri.

Benih padi bantuan pemerintah untuk Poktan Tani Jaya didistribusikan, Rabu (07/07/2021). Pendistribusian benih yang dikawal langsung Tim Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut merupakan bantuan Kementerian Pertanian yang didanai APBN Tahun 2021.  

Kepala Seksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir Darnis Rachmiyati yang ikut mengawal pendistribsian benih padi tersebut berharap produktivitas padi sawah yang dikelola Poktan Tani akan terus meningkat.

“Mudah-mudahan benih ini nanti bisa membawa Poktan Tani Jaya panen raya,” katanya.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar