Satgas Pangan Susun Formulasi Penetapan HET Daging Sapi dan Ayam

PANGKALPINANG—Tim Satgas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat Penyusunan Formulasi Penetapan Proyeksi Harga Eceran Tertinggi (HET) daging sapi dan ayam pedaging di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (06/05/2021) hari ini. Rapat yang digelar di ruang rapat utama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan dipimpin Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Juaidi Rusli SP MP itu dihadiri Kasubdit I Indagsi Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Arif Kurniatan SIK MM dan Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Drs Sunardi.

Hasil kesepakatan untuk batas atas harga daging sapi dan ayam tersebut selanjutnya akan dikonsultasikan dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung untuk kemudian disebarkan melalui surat edaran.

“Pak Gubernur mintanya hari ini,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP yang bertindak sebagai pimpinan rapat dalam pertemuan tersebut. Turut serta dalam rapat Kepala Bidang Peternakan Ir Hj Nurhayati, Kepala Seksi Kesehatan Hewan Drh Correy Wahyu Adi Sulistyo dan Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Drh Endah Sukaisih serta Fungsional Pengawas Mutu Pakan Ahli Madya Gusva Yetti SPt MM.

Penetapan Proyeksi HET daging sapi yang disepakati adalah 135 ribu per kilogram untuk Pulau Bangka dan untuk Pulau Belitung sebesar 140 ribu rupiah per kilogram. Sementara untuk ayam pedaging dtetapkan 35 ribu rupiah kilogram bulat dan 40 ribu rupiah per kilogram untuk karkas. Juaidi menambahkan, HET tersebut didapat dengan menghitung berbagai komponen berdasarkan pada koefisien berat daging murni berbanding berat hidup sapi dan ayam termasuk transportasi dari daerah asal sapi didatangkan hingga sampai ke Pulau Bangka dan Pulau Belitung.

“Ada dasarnya perhitungan HET itu. Tidak sekonyong-konyong. Jadi kalau ada yang tanya apa dasarnya maka kita siap tunjukkan. HET ini nanti akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali,” tambahnya.

Juaidi berharap Penetapan Proyeksi HET tersebut dapat diterima pelaku usaha dan konsumen bisa mendapatkan daging dengan harga yang sesuai.

“Itu angka yang realistis. Masyarakat harus mendapatkan daging dengan harga yang terjangkau namun di sisi lain pengusaha juga jangan sampai rugi,”  tegasnya.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar