Sempurnakan Data Dukung Food Estate, Camat dan Kades di Bangka Selatan dikumpulkan di Pulau Besar

BANGKA SELATAN--Sejumlah camat dan kepala desa (kades) di Kabupaten Bangka Selatan berkumpul di Desa Batu Betumpang, Kamis (01/07/2021) pagi. Kehadiran para pemimpin kecamatan dan desa di ibu kota Kecamatan Pulau Besar tersebut untuk memenuhi undangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka terkait pemantapan program food estate yang lokasinya berada dalam wilayah kecamatan dan desa yang mereka pimpin. Mereka yang diundang diantaranya adalah Camat Pulau Besar, Camat Toboali, Camat Air Gegas, Kades Batu Betumpang, Kades Sidoarjo, Kades Rias, Kades Serdang dan Kades Pergam. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan pertemuan dengan camat dan kepala desa tersebut untuk menyempurnakan data dukung usulan program food estate yang telah disusun tim.

"Datanya bisa kami dapatkan sesegera mungkin. Hari ini kamis dan senin sudah bisa kita dapatkan. Di WA (WhatsApp) saja, bapak tulis terus kirim ke kami. Tidak bisa diketik tulis tangan tidak apa-apa, yang penting datanya ada, Biar nanti datanya bisa kami peroleh cepat untuk melengkapi proposal food estate yang akan kita kirim ke pemerintah pusat," kata Juaidi saat memberikan arahan pada peserta pertemuan di Gedung Serba Guna Kecamatan Pulau Besar, Kamis (01/07/2021) pagi.

Hadir dalam pertemuan itu Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan Drh Suhadi MM, Kepala BPTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr Suharyanto SP MP, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Irman Hasan SP, Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura Kardi SP, Kepala Seksi Tanaman Pangan Ir Darnis Rachmiyati, Camat Pulau Besar Drs Sapri, Camat Toboali Sumindar SPd, sejumlah kepala desa, pengurus dan anggota gapoktan serta penyuluh pertanian.  

Dijelaskan Juaidi camat dan kepala desa memiliki peran penting dalam mensukseskan program food estate nanti. Sebagai pemimpin wilayah kata Juaidi mereka akan ikut mengawal program tersebut bersama dengan stakeholders tekait lain.  

"Sehingga pak camat dan pak kades kami hadirkan di sini biar paham dan tahu dari awal karena nanti ada peran pak kades dan ada peran pak camat selain peran gapoktan untuk mengawal program ini. Korporasi itu adalah bisnis dan bisnis harus untung bukan buntung maka kami sengaja mengundang bapak ibu sekalian biar paham orientasinya itu adalah bisnis. Kalau bisnis tentu tidak selalu mengharap pada bantuan pemerintah. Kalau masih mengharap bantuan pemerintah itu bukan bisnis namanya karena bisnis itu harus menghitung berapa modal, berapa produksi dan berapa untung," jelas Juaidi.

Menurut Juaidi jenis tanaman yang akan diusahakan pada progran food estate multi komodiiti. Komoditas-komoditas tersebut akan disesuaikan dengan lokasi masing-masing kawasan tempat program tersebut ditentukan.

"Tidak hanya padi tapi juga ada hortikulturanya, ada palawijanya dan ada juga peternakannya. Tinggal kita pilih yang mana yang paling cocok untuk di kawasan masing-masing. Batu betumpang beda dengan Serdang dan Serdang beda dengan Pergam. Kemudian Pergam mungkin beda juga dengan Rias. Jadi dibuat spesifikasi komoditi di masing-masing kawasan dengan multi komoditi atau banyak komoditas," ujar Juaidi seraya menambahkan kegiatan pada program food estate digerakkan sesuai dengan arahan.

"Yang jelas nanti ada satu treatment yang mengarahkan kapan saatnya olah tanah, kapan tanam, jenis padi apa yang dipilih, kapan saatnya pupuk, kapan saat panen, nanti akan satu komando," tandas Juaidi.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar