TARGETKAN SWASEMBADA SAPI TAHUN 2022, BANGKA BELITUNG LAUNCHING PERATURAN GUBERNUR 43/19 TENTANG INTEGRASI SAWIT SAPI UNTUK MENJADI BABEL LUMPAT 2022

Sub sektor peternakan diharapkan dapat menjadi salah satu motor pengerak ekonomi masyarakat di Bangka Belitung. Produksi daging sebagai salah satu sumber protein hewani dan kotorannya sebagai sumber pupuk  juga dapat memberikan nilai ekonomi dan pendapatan bagi peternak dan masyarakat serta  memperluas lapangan kerja dan  memberikan kesempatan berusaha bagi masyarakat di pedesaan.

 

Bangka Belitung memiliki potensi yang besar untuk pengembangan peternakan sapi. Potensi tersebut bukan hanya dalam penyediaan sumber pakan, namun lahan, agroklimat maupun pasar. Lahan  dan limbah pertanian dan perkebunan untuk budidaya sapi dan sumber pakan masih banyak yang belum termanfaatkan.  Hamparan lahan khususnya eks tambang timah merupakan salah satu potensi lahan yang masih banyak belum dimanfaatkan.  Limbah padi, kelapa sawit serta tanaman pertanian lainnya masih terbuang. Sementara untuk pemenuhan produksi daging masih mendatangkan bakalan sapi dari luar Bangka Belitung yang tentu mencerminan potensi pasar yang cukup terbuka selain kebutuhan akan pupuk organik dari kotoran ternak sangat dibutuhkan baik untuk reklamasi  lahan eks tambang timah  maupun peningkatan produktivitas lahan pertanian perkebunan yang sudah dikembang.

Populasi sapi di Bangka Belitung sampai akhir 2018 sebanyak 13,760 belum memenuhi kebutuhan pemotongan ternak sebanyak 13.663 ekor sehingga harus mendatangkan sebanyak 10.097 ekor. Kondisi diatas merupakan tantangan dan peluang agribisnis di Bangka Belitung. Untuk itu pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan sapi sebagai salah satu program utama pengembangan agribisnis di Bangka Belitung dengan Program 3 S (Sahang, Sapi dan Sawah)

Komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap pelaksanaan   program 3S, diantaranya dengan menerbitkan Peraturan Gubernur No 43 tahun 2019 tentang Integrasi Usaha Sawit - Sapi Pada Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang  di Louncing pada Gebyar Peternakan Bangka Belitung  tanggal 5 September 2019 yang bertempat di BPTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diselanggarakan oleh Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Hadir pada acara tersebut Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh plt Sekretaris Daerah, Dari Kementerian Pertanian yaitu Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan,  Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Perkebunan Kemen, Kepala Pusat  Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kepala BPTP Provinsi Kep. Bangka Belitung, Karantina II Pangkalpinang, Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit, Peternak dan undangan lainnya.

Louncing integrasi sawit sapi ini ditandai dengan pelepasan balon dan penyerahan plakat pada perusahaan yanng sudah melaksanakan Interasi Sawit – Sapi yaitu  PT Putra Bangka Mandiri   Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka dan PT Steelindo Wahana Perkasa Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur serta Penandatanganan Pernyataan Kesanggupan Pelaksanaan Integrasi Sawit Sapi yaitu PT Putra Bangka Mandiri   Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka,  PT Steelindo Wahana Perkasa Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur ,  PT Rebinmas Jaya Kec. Badau Kab. Belitung, PT Tata Hamparan Eka Persada Kabupaten Bangka.

Dalam kesempatan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi,SP.MP bahwa dengan Peraturan Gubernur No 43 tahun 2019 ini, mewajibkan perusahaan kelapa sawit untuk mengembangkan sapi 1 ekor pada setiap 10 HA TM (Tanaman  Menghasilkan). Luas lahan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah menghasilkan se Bangka Belitung  pada tahun ini seluas 163.708,6 HA. HA sehingga melalui integrasi  sawit sapi ini dapat memberikan kontribusi populasi sebanyak. 16.371 ekor, sedangkan kebutuhan sapi 1 tahun sebanyak 13.663 ekor.

Pelaksanaan integrasi sawit sapi ini ditargetkan selama 3 tahun. Sehingga pada tahun 2022 populasi sapi pada perusahaan kelapa sawit minimal 16.701 ekor atau telah memenuhi kebutuhan lokal Bangka Belitung dengan kata lain telah mencapai swasembada.

Target swasembada daging sapi pada tahun 2020 diberi slogan BABEL LUMPAT 2022 (Bangka Belitung  LUMBUNG Pangan Asal Ternak di Tahun 2022), tentu bukan hanya kepada perusahaan sawit saja, tetapi diharapkan juga peranan perkebunan rakyat yang memiliki luasan yang cukup besar. Namun kesemuaanya  memerlukan komitmen yang kuat baik pemerintah provinsi, kab/kota maupun perusahaan, peternak dan masyarakat lainnya serta dukungan yang kuat baik dari kementerian Pertanian khususnya Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dirjen Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian beserta jajarannya dan atau stakeholder lainnya.

Pelaksaan integrasi sawit – sapi bukan hal yang baru. Sudah banyak peternak/kelompok yang melaksanakan program ini diantaranya Kelompok Tunas  Baru, Tunas baru II  di Kabupaten  Bangka Tengah, Gunung Palawan di Kabupaten Bangka, Jurai Sekaput kabupaten Belitung Timur, Kelompok Makmur Kabupaten Bangka Barat dan masih  banyak yang lainnya. Program  ini signifikan  memberikan manfaat kepada Peternak sekaligus pekebun. Pelepah yang tidak dimanfaatkan dapat dijadikan sumber pakan bagi ternak sementara kotorannya dapat menekan biaya pemupukan dan menekan biaya penyiangan. Selain itu bungkil inti sawit juga sebagai sumber pakan yang berkualitas. Dengan pemeliharaan semi intensif di kelompok Jurai Sekaput produktivitas betina banyak yang beranak 1 ekor setiap tahunnya.

Lasmono, salah satu anggota kelompok Tunas Baru II Desa Baskara Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah sudah mampu memelihara sapi secara intensif sebanyak 50 ekor bersama anggota keluarganya yang berjumlah 3 orang. Dengan pengolahan pelepah kelapa sawit menjadi silase dia mampu memelihara sapinya dan menjadikan kompos sebagai salah satu sumber pendapatan keluarganya.

Untuk memotivasi dan edukasi kepada peternak, dalam Gebyar Peternakan kali ini juga diadakan Pengumuman Pemenang Lomba Kelompok Peternak, Kontes Ternak Sapi hasil IB, Asah Terampil untuk peternak, Pameran Hasil Teknologi Peternakan oleh Dinas yang menanggani fungsi peternakan kab/kota.

Pemenang Lomba Kelompok Peternak adalah  Juara I Kelompok Harapan Makmur Kabupaten Bangka Barat, Juara II Kelompok Mekar Laksana kabupaten Bangka Selatan dan Juara III Kelompok Mekar Jaya kabupaten Bangka Barat.

Lomba Asah terampil  untuk peternak, Juara I kota Pangkalpinang, Juara II Kabupaten Bangka Barat dan Juara III kabupaten Bangka. Sedangkan stand terbaik I kabupaten Bangka Tengah, ke II  Kabupaten Bangka Selatan  dan ke III Kabupaten Bangka

Kontes Ternak hasil IB dikategorikan 3 kelompok yaitu jantan dibawah umur 18 bulan, betina dibawah umur 18 bulan dan jantan diatas 18 bulan. Jantan dibawah umur 18 bulan pemenang I pemilik Jubairi sapi bimo, juara II pemilik Senin sapi jojo dan Juara III pemilik Ihsan sapi Digo. Sementara jantan kategori umur lebih 18 bulan, juara I pemilik Rustam Efendi sapi Gatot, Juara II Pemilik Sahril Sabirin sapi Opang dan Juara III pemilik Jubairi sapi Bima.

( Gusva Yetti,SPt.MM, Wastukan Muda Dinas Pertanian Provinsi Kep. Bangka Belitung )

Sumber: 
DINAS PERTANIAN
Penulis: 
Gusva Yetti,SPt.MM
Fotografer: 
Gusva Yetti,SPt.MM