Terbaik di Dunia, Lada Putih Bangka Dua Kali Lebih Pedas dari Standar Internasional

PANGKALPINANG—Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Dr Ir Antarjo Dikin MSc mengatakan lada putih Bangka masih menjadi yang terbaik di dunia. Menurut Antarjo hingga kini belum ada negara lain penghasil lada  yang dapat menandingi keunggulan lada putih Bangka yang lebih dikenal dengan Muntok White Pepper itu.

 “Maka nanti akan kita buat deskripsi, kita buat cerita lada terbaik dunia (Muntok White Peper). Harus itu. Ada yang menarik dan saya harus tegaskan kembali bahwa di Pulau Bangka ini ada IG (indikasi geografis). Jadi di Pulau Bangka ini sudah teregister di Kementerian Hukum dan HAM untuk Muntok White Pepper,” kata Antarjo ketika memberikan paparan pada Rapat Konsolidasi Akselerasi Ekspor Lada di Hotel Soll Marina Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah Senin (10/2/2020) pagi.

Menurut Antarjo, salah satu yang menjadi keungulan lada putih Bangka adalah tingkat kepedasannya yang melebihi standar karena kandungan piperin pada Muntok White Piper di atas aturan internasional.

 “Kadar piperin Muntok White Pepper itu enam sampai tujuh dan ini tidak ada di negara lain, padahal aturan internasional hanya 3,5. Baunya saja menyengat,” ujar Antarjo.

Karena itu Antarjo mengajak semua pihak terkait untuk dapat menjaga kualitas lada putih Bangka. Menurutnya kualitas dan mutu lada mesti dijaga mengingat ada banyak aspek yang dijadikan standar oleh dunia internasional terkait dengan kualitas lada.

“Misalnya ada tikus masuk gudang (penyimpanan), kemudian diracun tapi tahunya (racun) masuk ke lada. Ini harus dihindari. Atau misalnya ketika kita mengekspor dengan kontainer tapi kontainernya itu bekas mengandung oli dan tidak dicuci sehingga baunya masih ada. Kemudian masuklah lada kita sampai sana (luar negeri) mungkin (lada kita) dihancurkan. Jadi kita harus hati-hati,” tutur Antarjo.

Rapat Konsolidasi Akselerasi Ekspor Lada dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga tanggal 12 Pebruari 2020 nanti. Besok Selasa (11/2/2020) peserta rapat direncanakan berkunjung ke sejumlah lokasi dan area perkebunan lada sedangkan kunjungan ke gudang eksportir lada akan dilakukan pada hari terakhir.

Sejumlah pejabat terkait baik pusat maupun daerah ikut hadir, diantaranya adalah Kepala Biro Kerjsama Luar Negeri Kementan, para direktur lingkup Ditjen Perkebunan, Kepala Puslitbang Perkebunan, para direktur di lingkungan Kementerian Perdagangan, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta pelaku usaha dan para eksportir lada.*)

Sumber: 
BIDANG PERKEBUNAN - DINAS PERTANIAN
Penulis: 
Han Arifin
Fotografer: 
Han Arifin
Editor: 
Han Arifin