Terkait LKPJ Gubernur, Kadis Pertanian Paparkan Capaian Kinerja di Hadapan Komisi II

PANGKALPINANG—Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat kerja dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (13/04/2021) siang. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi II Adet SH tersebut membahas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada sector pertanian Tahun Anggaran 2020.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP hadir secara langsung dalam rapat tersebut. Turut mendampingi Juaidi, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Erwin Krisnawinata STP MSi, Kepala Bidang Perkebunan Haruldi SP MSi, Kepala Bidang Penyuluhan Ir Kemas Arfani Rahman, Kepala Bidang Peternakan Ir Nurhayati, Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Suzana Kartikasari SP dan Kepala UPTD Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Ir Heri serta Kepala Bidang Ketahanan Pangan Sulastri SP.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP memaparkan berbagai capaian kinerja pada rapat kerja tersebut. Capaian kinerja tersebut berasal dari sembilan program yang dijabarkan dalam berbagai kegiatan pada tahun anggaran 2020, diantaranya adalah Program Pengembangan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Program Pengembangan Prasarana, Sarana Pertanian dan Penyuluhan Pertanian, Program Pengembangan Perkebunan serta Program Pengembangan Peternakan dan Kesehatan Hewan. Selain itu juga ada pula Program Peningkatan Pelayanan Teknis Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Benih, Program Peningkatan Pelayanan teknis Proteksi Tanaman serta Program Peningkatan Pelayanan Teknis Pengembangan Benih Pertanian

“Berdasarkan hasil pemeriksaan inspektorat nilai SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) kami adalah 4,95. Itu artinya masuk kategori A,” papar Juaidi.

 Juaidi kemudian memaparkan hal-hal teknis terkait capaian kinerja. Ia mencontohkan produksi padi yang terus meningkat. Menurut Juaidi, peningkatan produksi tersebut merupakan salah satu bentuk keberhasilan dari kerja keras semua pihak yang terkait.

“Kalau sebelumnya petani hanya sekali tanam tapi sekarang sudah dua kali tanam. Kalau dulu lahan sawah tidak ditanam tapi sekarang sudah mulai ditanam,” ujar Juaidi.

Menurut Juaidi, sector pertanian sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di tengah Pandemic covid-19. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Bahkan NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada bulan Maret 2021 sebesar 3,93 tertinggi di Indonesia,” ujar Juaidi.

Terkait dengan penerimaan pendapatan dari retribusi jasa usaha pertanian, menurut Juaidi terjadi peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2019.

“Tahun 2019 penerimaan dari retribusi jasa usaha pertanian sekitar 300 juta lebih tapi pada tahun 2020 lebih besar lagi 500 juta lebih,” kata Juaidi.

Sementara itu Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Adet SH mengapresiasi berbagai capaian kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Adet mencontohkan tingginya kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) 3,93 persen melebihi NTP provinsi lain di tanah air.

Hal senada diutarakan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Mansyah. Mansyah menyebutkan bahwa capaian-capaian kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung layak untuk diapresiasi.

“Banyak sekali capian-capaian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan,” kata Mansyah.*)

 

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar