TINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PETERNAK MELALUI BIMBINGAN TEKNIS PAKAN DAN BIBIT TERNAK TA 2019

Sub sektor peternakan sebagai salah satu bagian dari keseluruhan memberikan manfaat yang begitu besar bagi kehidupan masyarakat, salah satunya yaitu untuk konsumsi sehari-hari dan juga sebagai barang yang bernilai ekonomi, sosial, dan budaya.  Produk peternakan dapat memenuhi kebutuhan akan protein hewani dan juga sebagai usaha agribisnis yang handal sehingga  dapat meningkatkan pendapatan petani peternak,  memperluas lapangan kerja serta memberikan kesempatan berusaha bagi masyarakat di pedesaan.

Pengembangan peternakan sapi merupakan salah satu kegiatan agribisnis utama yang telah ditetapkan pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui slogan 3 S  (Sahang, Sapi dan Sawah). Peningkatan kompetensi petani peternak sebagai pelaku utama pengembangan peternakan harus ditingkatkan diantaranya  dengan mengikuti Bimbingan Teknis Pakan dan Bibit Ternak.

Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui  Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kegiatan Peningkatan Populasi Ternak TA 2019 melakukan kegiatan tersebut di 7 kabupaten kota se Bangka Belitung  dengan sasaran 20 orang peternak setiap  kabupaten kota. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan  pada minggu ke 4 bulan Juli 2019. Narasumber kegiatan ini adalah  pengawas mutu pakan ternak dan pengawas bibit ternak Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Salah satu materi pakan yang disampaikan adalah Bagaimana Mengatasi Penyediaan Pakan Pada Musim Kemarau, Pentingnya perananan mineral  dalam  peningkatan produktivitas ternak dan dilanjutkan dengan praktek pembuatan Mineral Blok. Sedangkan materi bibit ternak tentang managemen perkandangan dan perkawinan serta pengukuran ternak.

Adapun tujuan pelaksanaan Bimbingan Teknis ini, salah satunya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pengembangan pakan dan bibit ternak dengan harapan  peternak mampu mengatasi permasalahan dilapangan khususnya dalam penyediaan pakan yang berkualitas, perkandangan dan perkawinan ternak yang benar sehingga berdampak terhadap peningkatan produksi dan  populasi ternak serta pendapatan petani peternak tersebut.

Gusva Yetti, SPt.MM, Fungsional Pengawas Mutu Pakan yang menjadi salah satu narasumber pada pelatihan tersebut menyatakan bahwa pengetahuan peternak terhadap pakan sangat penting karena pakan merupakan salah satu faktor yang penting dan strategis dalam menentukan tingkat produksi dan produktivitas ternak dan merupakan 70 % komponen biaya operasional usaha peternakan. Dengan pakan yang cukup kualitas dan kuantitas akan memberikan produksi yang optimal. Untuk itu peternak harus bisa memilih bahan pakan berkualitas, disukai ternak, mudah didapat, kontiniu dan murah.

Selanjutnya dikatakan bahwa salah satu permasalahan peternak dalam penyediaan pakan hijauan  adalah keterbatasan hijauan itu sendiri pada musim kemarau. Hal ini disebabkan sebaran dan produksi hijauan yang tidak merata sepanjang tahun. Untuk itu diperlukan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam menggolah dan menyimpan hijauan pada saat produksi banyak untuk dimanfaatkan di musim kemarau. Dan atau  mengoptimalkan lahan yang ada dengan penggembangan hijauan melalui metode 3 Strata.

Pengembangan hijauan dengan Sistem Tiga Strata (STS) merupakan suatu cara penanaman dan pemangkasan rumput, leguminosa, semak dan pohon pada suatu lahan, sehingga hijauan makanan ternak tersedia sepanjang tahun.  Contoh penamanan secara STS ini adalah:  Bagian tepi ditanami  pohon indigofera, lamtoro atau gamal selanjutnya untuk lapis   kedua ditanam rumput gajah, odot atau  setaria  sedangkan lapis  ke tiga dengan menanam palawija (jagung, kacang dll). Manfaat berikutnya  menanam hijauan dengan STS ini, antara lain hijauan tersedia, ternak selalu dapat makan, kualitas hijauan pakan meningkat dan meningkatkan kesuburan tanah.

Sesi terakhir pelatihan ini adalah praktek pembuatan Urea Molases Blok (UMB). UMB merupakan salah satu suplement yang dibutuhkan oleh ternak dengan kandungan  mineral esensial yang sangat dibutuhkan oleh ternak untuk kebutuhan hidup, produksi dan reproduksinya. Pembuatan sangat sederhana dan dapat memanfaatkan bahan lokal yang ada di pasaran, harga murah dan kontiniu. Kondisi dilapangan, pada umumnya peternak jarang memperhatikan pemenuhan kebutuhan mineral sehingga berdampak terhadap masih rendahnya produksi dan produktivitas. Kebutuhan mineral memang tidak banyak tapi sangat dibutuhkan oleh ternak.

Dengan Bimbingan teknis pakan dan bibit yang sudah dilaksanakan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi, semangat dan minat peternak untuk lebih giat dalam budidaya ternak sapi sehingga dapat meningkatkan produksi dan populasi ternak di Bangka Belitung dalam upaya menekan angka ketergantungan ternak menuju swasembada  dan peningkatan kesejahteraan masyarakat umumnya. Jaya Petani Peternak Bangka Belitung. (Gusva Yetti,SPt. MM, Wastukan Muda Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)

Penulis: 
Gusva Yetti,SPt. MM
Sumber: 
DINAS PERTANIAN