Tekan Biaya Produksi, Kadis Pertanian Babel Dorong Petani Lada Gunakan Pupuk Organik

BANGKA BARAT— Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mendorong petani lada untuk menggunakan pupuk organik pada kegiatan usaha tani di tingkat lapang. Menurut Juaidi penggunaan pupuk organik sangat menguntungkan bagi petani karena dapat menekan biaya produksi hingga mencapai 70 persen. 

"Karena biaya produksi yang besar itu pasti di pupuk. Untuk itu gunakan pupuk organik karena pupuk organik bisa menekan biaya produksi hingga tujuh puluh persen," kata Juaidi saat memberikan arahan kepada sejumlah kelompok tani lada di Desa Air Bulin Kecamatan Kelapa, Kamis (26/06/2020) hari ini.

Juaidi berada di Desa Air Bulin mendampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM. Gubernur Erzaldi melakukan kunjungan kerja di desa tersebut dalam rangka menyerahkan bantuan benih lada beserta pembagian pupuk organik serta trichoderma kepada beberapa kelompok tani lada di Negeri Sejiran Setason.

Dijelaskan Juaidi bahwa unsur hara tanaman pada lada perlu diimbangi dengan pupuk organik. Dengan penggunaan yang rutin dan terus menerus dikatakan Juaidi produk lada akan semakin baik dan umur tanaman juga akan menjadi panjang.

"Perbedaan pupuk kimia dan pupuk organik, kalau pupuk kimia cepat tumbuhnya dan setahun setengah sudah berbuah tapi jangan lupa tanaman juga cepat stres dan akhirnya mati maka kita imbangi dengan pupuk organik sehingga tanaman itu walaupun agak lambat berproduksi tapi umurnya panjang dan produksinya cukup tinggi," jelas Juaidi.

Turut hadir Kepala Bidang Perkebunan Haruldi SP MSi, Kepala UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih Dr H Wahyudi Himawan SSi MT dan Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Ujang Djohan SP.

"Apalagi kalau dipadukan dengan penggunaan mikoriza. Mikoriza itu mengoptimalkan tanaman menyerap unsur hara. Kalau sebelumnya tanaman lada bergantung dengan akar yang jumlahnya sedikit, maka dengan mikoriza yang memiliki benang-benang yang disebut dengan hifa maka hifa itulah yang nantinya mencari makanan," ujar Juaidi. 

Di Desa Air Bulin Gubernur Erzaldi bertatap muka sekaligus memberikan arahan kepada para petani lada terkait paket bantuan benih dan cara budi daya tanaman lada. Ada lima kelompok tani yang mendapatkan paket bantuan, antara lain Kelompok Tani Bina Karya Desa Rukam, Gapoktan Rukam Berjaya Desa Rukam, Kelompok Tani Wira Usaha Desa Rukam, Kelompok Tani Sepakat Bersama Desa Bulin dan Gapoktan Sinar Belawang Desa Mancung.

Setelah meninggalkan Desa Air Bulin, Gubernur Erzaldi dan rombongan kemudian bertolak ke Desa Terentang Kecamatan Kelapa. Di tempat ini gubernur kembali menyerahkan bantuan benih lada, pupuk organik dan trichoderma untuk dua kelompok tani masing-masing adalah Kelompok Tani Lemaer Desa Terentang dan Kelompok Tani Pinang Jaya Desa Terentang.

Selepas Dzuhur, Gubernur Erzaldi dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Tugang Kecamatan Kelapa. Ada Sembilan kelompok tani yang bakal mendapatkan bantuan dari gubernur, antara lain Kelompok Tani Mekar Harapan Desa Tugang, Kelompok Tani Unggul Desa Tugang, Kelompok Tani Mulyani Tani Desa Tumbak Petar, Kelompok Tani Berdikari Desa Ranggi Asam, Kelompok Tani Bukit Tinggi Desa Ranggi Asam, Kelompok Tani Lembah Kemuning Desa Ranggi Asam, Kelompok Tani Opas Tani Maju Desa Jebus, Kelompok Tani Anugerah Jaya Desa Kapit dan Kelompok Tani Tunas Harapan Desa Telak.

Kunjungan kerja Gubernur Erzaldi diakhiri di Desa Pangek Kecamatan Simpang Teritip dengan menyerahkan paket bantuan untuk dua kelompok tani diantaranya adalah Kelompok Tani Usaha Tani Sejahtera Desa Pangek dan Gapoktan Bersama Kita Maju Desa Paradong.*)

Sumber: 
DINAS PERTANIAN
Penulis: 
Han Arifin
Fotografer: 
Han Arifin
Editor: 
Han Arifin