Monitoring Demplot Jahe Merah di Air Mesu, Balai Proteksi Sebut Titik Kritis pada Musim Penghujan

BANGKA TENGAH—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui UPTD Balai Proteksi Tanaman mengingatkan pengelola demplot jahe merah milik PT Berkah Rempah Makmur untuk mewaspadai kedatangan musim hujan.

Pasalnya curah hujan yang tinggi merupakan waktu yang baik bagi jamur untuk berkembang biak pada tanaman rempah tersebut.

“Titik kritisnya saat hujan banyak. Jamur-jamur itu sudah ada (di lokasi) dan akan menjadi masalah saat kelembaban tinggi,” kata Koordinator Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Hendra Kusnadi SP kepada distan.babelprov.go.id, di Desa Air Mesu Kecamatan Pangkalan Baru, Senin (11/10/2021) siang.

PT Berkah Rempah Makmur merupakan off taker jahe merah. Pihak perusahaan memiliki demplot di Desa Air Mesu Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah. PT Berkah Rempah Makmur merupakan mitra petani yang mengembangkan jahe merah melalui pembiayaan KUR (kredit usaha rakyat).

Hari ini tim UPTD Balai Proteksi Tanaman dipimpin Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Suzana Kartikasari SP melakukan monitoring demplot jahe merah milik perusahaan tersebut. Ikut serta Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Irman Hasan SP, Kepala Seksi Pemantauan dan Perlindungan Tanaman Maruli Aldila SST dan Fungsional POPT Zali SP.

Karena itu Hendra minta pengelola demplot untuk berhati-hati. Selain itu ia menyarankan frekusensi penyemprotan pestisida diperbanyak dalam rangka mengantisipasi penyebaran jamur tersebut ketika hujan datang.

“Kalau tadinya satu minggu sekali bisa ditambah menjadi dua kali (penyemprotan) dalam seminggu atau dosisnya ditambah. Misalnya yang tadinya 15 mililiter per liter air menjadi 20 atau 30 mililiter per liter air,” ujar Hendra seraya minta pihak pengelola demplot untuk terus mensterilisasi area demplot.

“Kalau masuk kebun itu harus masuk ke area tanaman yang sehat dulu. Setelah itu baru ke tanaman yang sakit. Jangan dibalik. Karena itu tanaman yang sakit harus ditandai,” tambah alumni Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya yang pernah menjabat Kepala Sub Bagian Perencanaan serta Kepala Seksi Produksi TPH Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut.

Sementara itu Direktur PT Berkah Rempah Makmur Supiyat berjanji akan menerapkan saran UPTD Balai Proteksi Tanaman. Menurutnya saran yang mereka terima sangat penting karena akan diteruskan ke petani lainnya.

“(Benih jahe merah) ini juga nantinya (akan) ke masyarakat. Di masyarakat nanti akan menghadapi hal yang sama. Makanya sebagai demplot dapat kunjungan dari Balai Proteksi ini tentu sangat luar biasa. Terima kasih. Kami sangat berterima kasih sekali apalagi ilmu-ilmu sudah dikeluarkan,” kata Supiyat.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar