Petakan Daerah Tahan dan Rentan Pangan, Dinas Pertanian Babel Buat FSVA

PANGKALPINANG -- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Bidang Ketahanan Pangan akan segera menerbitkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas  (FSVA). Peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisa data indikator kerentanan terhadap kerawanan pangan itu diharapkan dapat mendukung stakeholders terkait dalam menurunkan angka kerentanan pangan di daerah ini.

"Mudah-Mudahan dapat bermanfaat untuk seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) yang memang memerlukan support kita," kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Hj Sulastri SP MM ketika memimpin rapat koordinasi FSVA di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Senin (08/11/2021).

Sulastri menyebutkan masalah air bersih di sejumlah daerah sebagai contohnya. Selain itu ia mengatakan stunting dan masalah kesehatan juga menjadi parameter yang harus diselesaikan.

"Terutama untuk daerah-daerah yang masih kekurangan tenaga medis," ujarnya.

Sulastri menuturkan FSVA sangat penting dalam membantu menyelesaikan persoalan kerentanan pangan. Melalui peta tersebut terdapat gambaran masalah yang akan diselesaikan menurut skala  prioritas.

"Karena ada yang perlu mendapat prioritas khusus yang sama-sama harus kita dukung untuk meningkatkan kesejahteraan," tutur Sulastri.

Sementara itu hasil ringkasan eksekutif yang dipaparkan Analis Ketahanan Pangan Madya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir Karmila menyebutkan dari 47 kecamatan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih terdapat tujuh kecamatan yang masuk prioritas 2 atau rentan  pangan sedang. Sedangkan wilayah yang masuk prioritas 3 atau rentan pangan rendah ada 12 kecamatan.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar