PPHT Lada, Upaya Pengendalian OPT Yang Ramah Lingkungan

                                                                             Oleh: 

                                                                 Inggit Almira, S.Si

                                                      (UPTD Balai Proteksi Tanaman)

                  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

 

LADA (Piper nigrum, L.) merupakan salah satu komoditas ekspor dari produk rempah-rempah yang memiliki peluang startegis dalam bidang agribisnis perkebunan. Salah satu sentra penghasil lada di Indonesia adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berdasarkan data yang bersumber dari Direktorat Jendral Perkebunan pada tahun 2019, luas areal tanaman lada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah 52,688 Ha dengan produksi sebesar 33.457,64 ton dan produktivitas sebesar 1,14 Ton/Ha.  Pertanaman lada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebar di Kabupaten Bangka (6.026,43 Ha), Belitung (9.525, 99 Ha), Bangka Barat (6.242,49 Ha), Bangka Tengah (4.169,56 Ha), Bangka Selatan (22.960,50 Ha), dan Belitung Timur (3.763,08 Ha).

            Budidaya tanaman lada sering menghadapi berbagai kendala, antara lain serangan hama dan penyakit. Serangan OPT (organisme pengganggu tumbuhan) adalah salah satu faktor yang dapat mengganggu produktivitas tanaman lada sehingga berakibat terhadap menurunnya kuantitas dan kualitas produksi lada. Hal ini dapat mempengaruhi harga lada menjadi rendah.  Organisme pengganggu tumbuhan tersebut diantaranya penyakit busuk pangkal batang (Phytophthora capsici), penyakit kuning (Radophalus similis dan Meloidogyne incognita), jamur pirang (Septobasidium sp.), dan penyakit keriting (pipper yelow mottle virus), serta golongan hama antara lain kepik pengisap buah (Dasynus piperis), penggerek batang/cabang (Lophobaris piperis), dan kepik pengisap bunga (Diconocoris hewetti). 

                Salah satu program yang diimplementasikan sebagai upaya Pemerintah dalam mengelola OPT lada yang bersifat ramah lingkungan yaitu melalui Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT). Kegiatan PPHT ini juga bertujuan membantu/mendorong petani untuk menerapkan PHT di kebunnya sehingga dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan serta memberdayakan petani untuk memperbanyak bahan pengendali OPT secara mandiri.

Dalam UU No. 12 tahun 1992 mengenai Sistem Budidaya Tanaman pasal 20 berbunyi bahwa Perlindungan Tanaman dilaksanakan dengan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan pelaksanaannya menjadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah. Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan pada Pasal 48 mengamanatkan bahwa perlindungan pertanian dilaksanakan dengan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) serta penanganan dampak perubahan iklim, serta pelaksanaannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya, petani, pelaku usaha, dan masyarakat. Konsep PHT menekankan bahwa penggunaan pestisida kimia sintetis masih dapat digunakan, tetapi aplikasinya dilakukan sebagai alternatif pengendalian terakhir jika cara-cara pengendalian lainnya tidak mampu mengatasi serangan OPT.

            Pada tahun 2021, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mengalokasikan kegiatan PPHT lada di Kabupaten Bangka Barat dengan luas lahan tanaman lada seluas 50 ha yang dilaksanakan di Kelompok Tani Dendang Bersatu Desa Dendang dan Kelompok Tani Usaha Tani Sejahtera Desa Pangek. Sedangkan di Kabupaten Bangka Tengah seluas 50 Ha dilaksanakan di Kelompok Tani Bina Tani Sejahtera Desa Perlang dan Kelompok Tani Mandiri Jaya Desa Teru. Kegiatan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu lada di Gapoktan Mandiri Jaya Desa Teru Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah diketuai oleh bapak Ismail dengan luas tanam lada seluas 25 Ha.

            Kegiatan PPHT lada dilaksanakan oleh UPTD Balai Proteksi Tanaman Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan salah satu tugas dan fungsi pokoknya adalah memberikan dukungan perlindungan tanaman salah satunya tanaman perkebunanan dalam rangka pengamanan produksi tanaman perkebunan dari gangguan/serangan OPT. Kegiatan PPHT ini dilaksanakan sebanyak 6 kali dengan interval waktu satu minggu. Tahapan kegiatan yang dilakukan dalam penerapan PHT lada diantaranya sosialisasi, pengambilan dan identifiaksi masalah di kebun masing-masing yang selanjutnya dilakukan analisis untuk mendapatkan keputusan tindakan yang akan dilakukan, tindakan penerapan teknologi penerapan PHT meliputi sanitasi, mekanis, pemangkasan, penyiangan, pembuatan rorak, parit keliling, saluran drainase, pemulsaan dengan seresah, praktek pembuatan dan aplikasi Metabolit Sekunder (MS) Agens Pengendali Hayati (APH) pada sekitar perakaran melalui penyiraman/penyemprotan dan pembuatan serta aplikasi kompos dan kegiatan Field day yang dilakukan dengan peserta pekebun menunjukkkan hasil kegiatan yang telah dilakukan selama pertemuan dan penerapan PHT kepada petani lainnya yang tidak mengikuti kegiatan.

            Pada tanggal 04 Agustus 2021, telah dilakukan kegiatan PPHT lada di Gapoktan Mandiri Jaya Desa Teru Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan tersebut meliputi praktek perbanyakan Metabolit Sekunder (MS) APH berupa MS jamur dengan media biakan yaitu tepung terigu dan gula. Sedangkan isolat jamur berasal dari starter biakan jamur dan bakteri dari Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit/Laboratorium Agens Hayati (LPHP/LAH) UPTD Balai Proteksi Tanaman atau jamur dari kelapa/tongkol jagung atau ulat/serangga mati karena jamur, gula pasir, air cucian beras dan air kelapa tua. Kegiatan ini didampingi oleh Hendra Kusnadi, S.P dan Zali, S.P selaku Koordinator POPT UPTD Balai Proteksi Tanaman Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

            Dari kegiatan PPHT lada ini diharapkan kelompok tani yang telah mengikuti kegiatan penerapan PHT dapat menerapkan PHT secara mandiri di kebunnya dan mampu menularkan ke petani di sekitarnya serta pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi/Kabupaten/Kota dapat memfasilitasi pembinaan/pendampingan pada petani, agar penerapan PHT dan kelembagaan petani semakin baik dan berkelanjutan.*)

Sumber :

BPS Babel. 2021.  Statistik Perkebunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: Lada 2019. Pangkal Pinang, Babel.

Ditjenbun. 2019. Pedoman Teknis Penanganan Organisme Penganggu Tumbuhan (Penerapan Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Perkebunan) Tahun 2019. Ditjenbun, Jakarta.

Ditjenbun.2021. Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) Lada di Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ditjenbun, Jakarta.

Ditjenbun. 2020. Statistik Perkebunan Indonesia: Lada 2018-2020. Ditjenbun, Jakarta.

Penulis: 
Inggit Almira SSi/Fotografer: Hendra Kusnadi SP dan Zali SP
Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

Artikel

02/11/2021 | Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
20/10/2021 | Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
26/09/2021 | Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
27/08/2021 | Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan